*Dasco Respons Tuntutan Mahasiswa, SJR : DPR Menunjukkan Perannya Sebagai Jembatan Aspirasi Rakyat*

oleh -14 Dilihat
oleh

LensaKita.co.id –– Ketua Umum Ikatan Alumni UPN Veteran Jakarta, Sayed Junaidi Rizaldi atau biasa disapa SJR mengapresiasi langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang turun langsung menemui massa aksi mahasiswa dan menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti berbagai tuntutan yang disampaikan.

Menurut SJR, sikap yang ditunjukkan Dasco saat berorasi dari mobil komando merupakan contoh komunikasi politik yang sehat di tengah dinamika demokrasi. Kehadiran pimpinan DPR di tengah aksi mahasiswa dinilainya sebagai bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

“Ketika mahasiswa menyampaikan tuntutan dan kemudian ada pimpinan DPR yang hadir langsung untuk mendengar serta berjanji menindaklanjuti, itu menunjukkan bahwa mekanisme demokrasi masih berjalan dengan baik. Aspirasi rakyat yang disuarakan mahasiswa tidak berhenti di jalanan, tetapi masuk ke ruang-ruang pengambilan kebijakan,” ujar Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98 ini.

Ia menilai mahasiswa memiliki peran penting sebagai penyambung suara publik, terutama terhadap berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat. Karena itu, respons positif dari DPR menjadi sinyal bahwa negara tidak menutup telinga terhadap kritik maupun masukan yang berkembang.

Menurutnya, dalam sistem demokrasi, mahasiswa dan wakil rakyat sejatinya tidak berada pada posisi yang saling berhadapan. Mahasiswa berfungsi sebagai kekuatan moral yang menyampaikan suara publik, sementara DPR memiliki tugas konstitusional untuk memperjuangkan dan mengawal aspirasi tersebut melalui jalur kebijakan.

“Yang dilakukan Pak Dasco menjadi penyeimbang yang baik. Mahasiswa menyampaikan aspirasi, DPR menerima dan berkomitmen menindaklanjuti. Ini menunjukkan adanya dialog antara rakyat dan negara, bukan sekadar saling menyalahkan,” katanya.

SJR juga berharap komitmen yang telah disampaikan tidak berhenti pada pernyataan politik semata, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret melalui pembahasan di parlemen maupun komunikasi dengan pemerintah.

“Yang paling penting setelah ini adalah tindak lanjutnya. Aspirasi mahasiswa harus dikaji secara serius dan objektif. Jika ada hal-hal yang memang perlu diperbaiki, maka pemerintah dan DPR harus menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, SJR menegaskan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan dua hal sekaligus, yakni keberanian rakyat untuk menyampaikan kritik dan kesiapan pemimpin untuk mendengarkan. Dalam konteks tersebut, ia melihat peristiwa ini sebagai contoh positif bagaimana ruang dialog antara masyarakat, mahasiswa, DPR, dan pemerintah dapat terbangun secara konstruktif.

“Demokrasi tidak hanya tentang demonstrasi, tetapi juga tentang kesediaan mendengar dan menindaklanjuti. Ketika suara rakyat diterima dengan terbuka oleh wakil rakyat, maka kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi akan semakin kuat,” pungkas SJR menutup pembicaraannya.**

 

 

Reporter: Eman Melayu