LensaKita.co.id — Banyaknya prilaku yang terjadi di SMPN 7 Tambang yang menyimpang kian meresahkan masyarakat, Setelah dihebohkan dengan dugaan jual beli seragam, bendera sobek yang masih dipajang, pungutan liar dan lain lain.
Kini di hebohkan lagi dugaan uang sewa kantin sekolah yang raib entah kemana, Bahkan persoalan ini kini telah viral di media massa.
Hal ini turut dikeluhkan oleh masyarakat, Salah satunya warga tempatan berinisial AN.menurutnya saat SMPN 7 Tambang dipimpin oleh Maisal,SMPN 7 mengalami banyak kemunduran.
Cita cita hibah tanah masyarakat untuk mencerdaskan anak-anak Tempatan kini bagai jauh panggang dari api, Bukannya menjadikan wadah mencerdaskan anak bangsa malah menjadi lokasi untuk tempat mencari keuntungan pribadi dan kelompoknya.
“Kita cukup kecewa atas tindakan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh mantan PLT. Kepsek SMPN 7 Tambang.Tujuan dari pendirian sekolah yang dulu diinginkan sepertinya tak bisa lagi diharapkan.Hibah tanah yang diberikan masyarakat seperti menjadi sia sia dan tak memberikan manfaat.Bahkan anak tempatan juga malah susah untuk bersekolah disana.”ujarnya
“Kekecewaan kami makin menjadi-jadi akibat banyaknya tindakan yang tidak sesuai prosedur dan aturan, Pungutan buat anak anak,jual beli seragam, pungutan liar untuk iuran tak sesuai aturan, pelecehan bendera negara dan hal hal lainya, Bahkan jual beli buku juga yang terus di lakukan disana.”lanjutnya
Kekecewaan masyarakat makin memuncak setelah adanya isu iuran kantin disana, Janji pemberian satu kantin yang tidak terealisasi juga menambah tumpukan masalah disana.
“Saat ini kami juga dengar adanya iuran kantin yang hilang olek pihak sekolah, Jumlah iuran yang cukup besar mencapai Rp 30 juta, Kenapa iuran harus disimpan begitu hingga 2 tahun,padahal Maisal juga berjanji akan membayar iuran tersebut namun sampai susah bukan plt kepsek lagi tidak pernah niat untuk membayarnya.
Padahal seharusnya iuran itu bisa disetor ke Pemda untuk sebagai sumber PAD.Tapi malah disimpan entah untuk alasan apa kami juga tak tahu!!.Bisa saja memang ada niat jahat sehingga uang itu tetap disimpan selama dua tahun dan kini dinyatakan hilang Tampa jejak,”urainya
“Untuk itu kami berharap agar Kadisdik pora Kampar bisa mengambil sikap atas banyaknya dugaan penyimpangan di SMPN 7 Tambangdan bila terbukti Kadisdik atau awak media akan melakukan laporan sesuai hukum yang berlaku,ungkap AN.
Kami harap Disdikpora Melakukan tindakan tegas kepada mantan PLTĀ Kepsek SMPN 7 Tambang dan tempatkan orang orang yang memang kompeten disana.
Kembalikan cita cita masyarakat saat menghibahkan tanah pada pemerintah, Jika nanti SMPN 7 Tambang bisa menjadi baik maka masyarakat sekitar pasti akan mendukung penuh setiap kebijakan yang diambil pihak sekolah demi memajukan pendidikan anak anak bangsa,”pungkasnya.
Selanjutnya, Awak media mencoba menghubungi Maisal melalui WhatsApp pribadinya terkait uang iuran kantin dan gaji satpam dan ketua komite namun sampai berita ini di tayangan belum ada tanggapan resmi.**
