LensaKita.co.id — Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dan penanggulangan bencana dengan mengirimkan sekitar 500 kilogram bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Maumere, Kabupaten Sikka,( 24/08/2026 ).
Pengiriman bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Bantuan tersebut meliputi perlengkapan kesehatan, kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK), alat tulis sekolah, pakaian baru, serta selimut baru.
Aksi kemanusiaan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian institusi pendidikan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan seluruh keluarga besar UPN Veteran Jakarta, termasuk Ikatan Alumni UPN Veteran Jakarta (IKA UPNVJ).
Keterlibatan alumni menjadi bagian penting dalam membangun jejaring kepedulian sosial yang tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan. Nilai-nilai yang diperoleh selama menjadi bagian dari almamater diharapkan terus diwujudkan melalui pengabdian dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Ikhsan, Koordinator Lapangan Relawan Bencana UPN Veteran Jakarta, mengatakan bahwa pengiriman bantuan tersebut bukan sekadar kegiatan penyaluran logistik, melainkan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan sekaligus implementasi nilai-nilai UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara.
“Aksi tanggap bencana ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Widya Mwat Yasa. Sebagai Kampus Bela Negara, UPN Veteran Jakarta tidak hanya menjalankan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan di dalam kampus, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Bela negara diwujudkan melalui kepedulian, solidaritas, gotong royong, dan pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Ikhsan.
Menurutnya, semangat tersebut semakin kuat ketika perguruan tinggi dan alumni dapat membangun sinergi. Kampus memiliki sumber daya akademik, pengetahuan dan jejaring kelembagaan, sementara alumni memiliki jejaring sosial dan profesional yang tersebar di berbagai daerah.
Karena itu, IKA UPNVJ dapat menjadi salah satu kekuatan strategis dalam memperluas gerakan kemanusiaan dan pengabdian masyarakat. Jaringan alumni yang berada di berbagai wilayah Indonesia dapat menjadi mata rantai informasi sekaligus penghubung ketika terjadi bencana atau persoalan sosial yang membutuhkan respons cepat.
“Bantuan yang kami kirimkan memang berupa barang, tetapi di balik setiap paket terdapat kepedulian dan semangat gotong royong dari keluarga besar UPN Veteran Jakarta. Kami berharap bantuan sekitar 500 kilogram ini dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat terdampak,” tambah Ikhsan.
Sinergi UPNVJ dan IKA UPNVJ juga dapat dikembangkan tidak hanya dalam situasi tanggap darurat, tetapi hingga tahap pemulihan. Perguruan tinggi dan alumni dapat mengambil peran melalui edukasi kebencanaan, pendampingan masyarakat, dukungan pendidikan bagi anak-anak terdampak, hingga penguatan kapasitas masyarakat di wilayah rawan bencana.
Menurut Sayed Junaidi Rizaldi selaku Ketua Umum IKA UPNVJ,” Keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan merupakan bentuk pengabdian alumni kepada bangsa sekaligus cara menjaga hubungan emosional dengan almamater. Alumni tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.”
Selanjutnya, Aksi tersebut sekaligus mempertegas bahwa Bela Negara bukan semata-mata persoalan pertahanan fisik, melainkan juga keberanian untuk peduli, membantu sesama, menjaga solidaritas sosial, serta mengambil peran ketika masyarakat menghadapi kesulitan.
Dalam konteks tersebut, nilai Widya Mwat Yasa menjadi relevan untuk terus dihidupkan. Pengetahuan, pengalaman, jaringan dan kapasitas yang dimiliki sivitas akademika maupun alumni harus dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, UPNVJ dan IKA UPNVJ diharapkan dapat terus membangun model kolaborasi kemanusiaan yang berkelanjutan. Pengiriman bantuan ke Maumere menjadi salah satu contoh bahwa hubungan almamater dan alumni dapat diterjemahkan menjadi kekuatan sosial yang konkret.
Apresiasi juga disampaikan kepada BNPB serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses penghimpunan, pemilahan, pengemasan, koordinasi dan pengiriman bantuan.
Lebih dari sekadar 500 kilogram logistik, bantuan tersebut membawa pesan bahwa keluarga besar UPN Veteran Jakarta hadir bersama masyarakat NTT. Semangat gotong royong, kepedulian dan pengabdian menjadi wujud nyata identitas Kampus Bela Negara sekaligus panggilan moral bagi alumni untuk terus memberikan kontribusi bagi Indonesia.
Dengan sinergi antara kampus, alumni, mahasiswa, relawan dan berbagai lembaga, UPNVJ dan IKA UPNVJ dapat terus menghadirkan semangat “Widya Mwat Yasa” dalam bentuk yang semakin nyata: berilmu, peduli, mengabdi, dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.**

