KDM Apresiasi Kinerja Polda Jabar Berantas Begal hingga Obat Terlarang, 352 Kasus Diungkap

oleh -2 Dilihat
oleh

Lensa Kita.co.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengapresiasi kinerja Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat dalam mengungkap dan menangani berbagai kasus kriminalitas jalanan yang meresahkan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan KDM saat menghadiri kegiatan pengungkapan kejahatan jalanan sekaligus pemusnahan barang bukti knalpot nonstandar, minuman keras (miras), dan narkotika periode Juni hingga Agustus 2026 di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menghadapi berbagai bentuk kejahatan yang berdampak langsung terhadap rasa aman warga.


Sejumlah persoalan menjadi perhatian, mulai dari aksi begal dan kejahatan jalanan, penggunaan knalpot nonstandar yang mengganggu ketertiban, hingga peredaran narkotika, psikotropika, obat keras tertentu, dan minuman keras.

KDM menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jabar, Polres, hingga Polsek yang terus melakukan upaya penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan tersebut.

Menurutnya, persoalan keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak.
Pasalnya, kejahatan jalanan dapat menimbulkan dampak luas bagi masyarakat. Tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga dapat menghilangkan rasa aman warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan bahwa Polda Jabar bersama seluruh jajarannya berkomitmen untuk terus melakukan pemberantasan terhadap kejahatan jalanan.

Pipit mengatakan, kepolisian akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kondusif di Jawa Barat.


“Kita perkuat kolaborasi dengan banyak pihak, kita lawan begal, dan kita susun strategi agar Jawa Barat ini tenteram dan aman,” kata Pipit.

352 Kasus Kejahatan Jalanan Diungkap
Dalam pengungkapan tersebut, Polda Jawa Barat bersama jajaran berhasil mengungkap sebanyak 352 kasus kejahatan jalanan dengan jumlah 413 pelaku.

Pipit menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh jajaran Polda Jawa Barat, termasuk Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba), serta jajaran kewilayahan.

“Ini yang ditangani Polda Jawa Barat sendiri oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum maupun Direktorat Reserse Narkoba yang ada di Polda dan juga jajaran. Mulai dari Polrestabes, Polresta, dan Polres jajaran,” ujar Pipit.
Dari ratusan kasus tersebut, polisi turut mengamankan berbagai barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana kejahatan jalanan.Di antaranya sebanyak 1.016 kendaraan roda dua dan 12 kendaraan roda empat.


Selain kendaraan, polisi juga mengamankan tiga pucuk senjata api serta ratusan senjata tajam yang diduga berkaitan dengan aksi kejahatan.
Pengungkapan tersebut menunjukkan bahwa penanganan kejahatan jalanan tidak hanya menyasar pelaku, tetapi juga berbagai sarana yang digunakan dalam melakukan tindak pidana.

Selain kejahatan jalanan, jajaran Polda Jabar juga melakukan penindakan terhadap berbagai bentuk pelanggaran dan tindak pidana yang berkaitan dengan narkotika serta obat-obatan.
Pipit menyebut, penindakan juga dilakukan terhadap narkotika, psikotropika, obat keras tertentu, serta minuman keras.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memutus mata rantai peredaran barang-barang terlarang yang dinilai dapat menjadi salah satu pemicu munculnya berbagai persoalan sosial dan kriminalitas di masyarakat.

Pemberantasan tidak hanya dilakukan melalui penindakan terhadap pengedar maupun pelaku, tetapi juga dengan melakukan penyitaan dan pemusnahan barang bukti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Dalam kegiatan tersebut, Polda Jabar juga melakukan pemusnahan sejumlah barang bukti hasil penindakan.

Barang bukti yang dimusnahkan antara lain knalpot nonstandar, minuman keras, dan narkotika.
Penindakan terhadap penggunaan knalpot nonstandar menjadi salah satu perhatian karena keberadaannya kerap dikeluhkan masyarakat akibat menimbulkan kebisingan dan mengganggu kenyamanan lingkungan.

Kegiatan pemusnahan barang bukti sekaligus menjadi bentuk transparansi kepolisian dalam menindaklanjuti hasil pengungkapan perkara yang telah dilakukan.

Kapolda Jabar menegaskan, upaya menciptakan keamanan di Jawa Barat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Menurut Pipit, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri, di butuhkan kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah sekaligus memberantas berbagai bentuk kejahatan.”Jadi kita perkuat kolaborasi dengan banyak pihak,” tegasnya.

Pipit berharap berbagai strategi yang telah dan akan dilakukan dapat memberikan dampak nyata terhadap keamanan masyarakat.
Dengan pengungkapan ratusan kasus tersebut, Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat Jawa Barat.

Upaya pemberantasan kejahatan jalanan, peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang, serta gangguan ketertiban lainnya pun akan terus dilakukan melalui langkah penegakan hukum dan penguatan sinergi lintas sektor.

 

Liputan : Tim Jabar