Mantan Penculik Aktivis ’98 Jadi Bos ANTAM, Rekam Jejak Untung Budiharto Kembali Disorot

oleh -21 Dilihat
oleh
Oplus_131072

LensaKita.co.id — Nama Untung Budiharto kembali mencuat. Bukan sekadar karena kini dipercaya memimpin PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), tetapi juga karena rekam jejaknya sebagai mantan anggota Tim Mawar Kopassus kembali menjadi sorotan.

Untung resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama ANTAM melalui RUPSLB pada 15 Desember 2025, menggantikan Achmad Ardianto. Penunjukan ini langsung memantik perdebatan soal rekam jejak HAM dan keterlibatan mantan personel militer dalam posisi strategis BUMN.

Untung diketahui pernah menjadi anggota Tim Mawar pada 1997–1998. Tim tersebut dikaitkan dengan penculikan dan penghilangan paksa sejumlah aktivis prodemokrasi menjelang Reformasi 1998.

Dalam proses hukum di Mahkamah Militer Tinggi II-08 Jakarta, Untung divonis 20 bulan penjara dalam perkara tersebut. Ia juga sempat dijatuhi hukuman pemecatan dari dinas militer, namun putusan pemecatan itu kemudian dibatalkan dalam proses banding.

Karier Untung di militer tetap berlanjut. Ia kemudian menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Pangdam Jaya pada 2022, sebelum pensiun dari TNI pada 2023. Setelah itu, ia menjabat Komisaris Utama Transjakarta sebelum dipercaya masuk jajaran pimpinan ANTAM.

Pengangkatannya kembali menuai kritik dari kelompok masyarakat sipil. KontraS menilai rekam jejak HAM semestinya menjadi salah satu pertimbangan negara dalam menentukan pejabat untuk posisi publik maupun jabatan strategis di BUMN.

Kini, Untung memimpin ANTAM, salah satu perusahaan tambang besar Indonesia yang berada dalam ekosistem holding pertambangan MIND ID. Penunjukannya pun kembali membuka perdebatan lama soal rekam jejak HAM dan penempatan mantan personel militer di lingkaran strategis perusahaan negara.*”

 

 

 

Sumber : @Melihat_Indo