Donny Oskaria, Pemimpin Integratif dan Visioner

oleh -3 Dilihat
oleh

LensaKita.co.id — Langkah Donny Oskaria selaku Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara dalam minggu – minggu ini tepat nya pasca lebaran menggelar rapat secara maraton serta terpisah dengan Bank Himbara ( BRI,BNI, Mandiri dan BTN ), Pelindo, Jasa Marga, Pos Indonesia, PELNI, dan Garuda Indonesia menunjukkan penguatan konsolidasi BUMN yang semakin komprehensif lintas sektor.

Secara positif, ini bukan sekadar pertemuan koordinatif biasa, tetapi mencerminkan upaya membangun ekosistem konektivitas nasional yang utuh—dari laut, udara, darat, hingga sistem keuangan yang solid dan distribusi yang merata.

Secara kasat mata kita bisa melihat ada nilai strategis dari konsolidasi ini yaitu :

1. Integrasi konektivitas nasional. Dengan hadirnya Pelindo (pelabuhan), PELNI (transportasi laut), Jasa Marga (jalan tol), dan Garuda Indonesia (transportasi udara), terbentuk peluang integrasi moda transportasi yang selama ini terfragmentasi. Ini membuka jalan bagi sistem logistik yang lebih cepat, terhubung, dan efisien.

2. Penguatan rantai pasok nasional. Peran Pos Indonesia sebagai distribusi last-mile, ditopang oleh jaringan transportasi laut dan udara, dapat mempercepat arus barang hingga ke wilayah terpencil. Ini krusial untuk pemerataan ekonomi.

3. Dukungan pembiayaan terintegrasi. Bank Himbara berfungsi sebagai enabler finansial, memastikan bahwa proyek-proyek lintas sektor ini memiliki dukungan pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan.

4. Efisiensi dan penurunan biaya logistik. Dengan koordinasi terpadu, potensi duplikasi proyek dan inefisiensi bisa ditekan. Indonesia yang selama ini menghadapi biaya logistik tinggi berpeluang melakukan lompatan efisiensi.

5. Transformasi menuju holding yang sinergis. Rapat ini juga mencerminkan arah kebijakan BUMN menuju model holding yang bukan hanya administratif, tetapi benar-benar operasional dan saling terhubung.

Pendekatan yang dilakukan Donny memperlihatkan gaya kepemimpinan yang integratif dan visioner. Ia tidak hanya mengelola satu entitas, tetapi mencoba merangkai berbagai BUMN menjadi satu orkestrasi besar ekonomi nasional.

Jika konsolidasi ini berlanjut secara konsisten, maka BUMN tidak lagi sekadar kumpulan perusahaan negara, melainkan bisa menjadi platform strategis negara untuk,
memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Singkatnya, rapat seperti ini tentu membuat BUMN mempunyai langkah konkret menuju ekonomi yang lebih terintegrasi, efisien, dan inklusif.**

 

 

Eman Melayu

Sumber : **Sayed Junaidi Rizaldi*
– Ketua Umum Gerakan Indonesia Gemilang
– Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98