LensaKita.co.id — Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyerukan pemberantasan korupsi dilakukan serius, termasuk di sekitar pusat kekuasaan.
Budi Arie menyampaikan hal itu saat berpidato dalam peringatan ulang tahun ke-12 Projo di DPP Projo, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).
Ia menilai komitmen terhadap pemberantasan korupsi tidak cukup disampaikan melalui slogan atau pernyataan politik.
“Semangat ‘Setia di Garis Rakyat’ itu bukan hanya omongan di mulut, karena sekarang banyak yang bilang untuk rakyat, untuk rakyat, tapi maling juga. Benar, enggak?” ujar Budi Arie.
Budi Arie tidak menyebut kasus, nama pejabat, atau institusi tertentu dalam pernyataan tersebut. Ia berbicara mengenai pentingnya memberantas praktik korupsi di sekitar pusat kekuasaan.
“Untuk rakyat, tapi kok korupsi, gitu ya. Karena itulah kita harus tegaskan, kalau mau pemberantasan korupsi, ya harus disapu dari sekitar pusat kekuasaan,” lanjutnya
Budi Arie Setiadi merupakan Ketua Umum Projo. Ia pernah menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika pada 2023-2024 di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), kemudian Menteri Koperasi pada 2024-2025 di era Presiden Prabowo Subianto.
Soroti Pusat Kekuasaan
Budi Arie menilai pemerintah tidak bisa menggaungkan pemerintahan antikorupsi jika praktik korupsi masih dibiarkan di sekitar elite pemerintahan.
“Enggak bisa ngomong pemerintahan antikorupsi kalau membiarkan praktik-praktik korupsi di sekitar elit-elit pemerintahan,” tegasnya
Di sisi lain, Budi Arie mengatakan Projo tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, termasuk dalam agenda pemberantasan korupsi.
Dukungan itu, menurut dia, disertai masukan dan kritik terhadap praktik yang dinilai menyimpang dalam pelaksanaan program pemerintah.
“Karena itu, kita mendukung program-program pro-kerakyatan Presiden Prabowo atau program-program pro-rakyat pemerintahan Prabowo-Gibran ini dengan terus memberikan input, saran terhadap praktik-praktik yang tidak benar,” katanya.
Budi Arie mengatakan persoalan dalam sejumlah program pemerintah bukan terletak pada gagasan awal, melainkan pada pelaksanaan dan praktik di lapangan yang menyimpang.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat masyarakat kritis dan mempertanyakan pelaksanaan program pemerintah.
“Karena kita akui, kesalahan ini bukan kesalahan idenya, tetapi adalah eksekusinya dan praktiknya yang menyimpang, dan tentu saja membuat masyarakat menjadi kritis dan bertanya-tanya,” kata dia.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi Arie dalam rangkaian peringatan 12 tahun Projo. Ia menempatkan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran bersamaan dengan kritik terhadap praktik yang dinilainya tidak benar.**
Sumber :
Tribunnews
Sudah tayang dengan judul :
Budi Arie Bicara Pemberantasan Korupsi: Teriak untuk Rakyat, Tapi Maling Juga
https://m.tribunnews.com/nasional/7872555/budi-arie-bicara-pemberantasan-korupsi-teriak-untuk-rakyat-tapi-maling-juga

