Fadly Alberto Hengga Angkat Bicara! Menyesal dan Minta Maaf Tendangan Kungfunya Coreng Timnas Indonesia

oleh -0 Dilihat
oleh

LensaKita.co.id – Nama Fadly Alberto Hengga mendadak jadi sorotan publik sepak bola nasional. Bintang muda Timnas Indonesia U-20 itu tersandung kontroversi usai aksi tendangan kungfu yang memicu kericuhan di lapangan.

Peristiwa tersebut terjadi dalam laga Bhayangkara FC melawan Dewa United pada kompetisi Elite Pro Academy U-20, Minggu (19/4). Pertandingan yang digelar di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, itu berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Dewa United.

Dalam laga tersebut, Dewa United unggul lewat gol Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis. Sementara Bhayangkara FC hanya mampu membalas satu gol melalui Aqilah Lussnah.

Namun, jalannya pertandingan justru ternoda insiden panas usai peluit panjang dibunyikan. Kericuhan pecah di pinggir lapangan, diwarnai aksi saling dorong hingga pukulan antar pemain.

Salah satu momen paling disorot adalah aksi Fadly Alberto yang melakukan tendangan keras layaknya kungfu. Aksi itu mengarah kepada pemain Dewa United Raka Nurkholis dan langsung menuai kecaman.

Fadly Alberto pun tak butuh waktu lama untuk memberikan klarifikasi. Melalui akun media sosial pribadinya, pemain muda itu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

”Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Fadly Alberto Hengga, pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20,” ujar dia membuka pernyataan.

Dia mengakui kesalahan dan menyebut tindakannya sebagai perbuatan bodoh.

”Dengan sadar, saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat pertandingan melawan Dewa United Banten FC U-20. Secara khusus saya meminta maaf kepada Raka Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Raka Nurkholis,” lanjut Fadly Alberto.

Permintaan maaf itu tak hanya ditujukan kepada lawan. Fadly juga menyampaikan penyesalan kepada timnya sendiri, Bhayangkara FC, yang dirugikan akibat insiden tersebut.

”Dan untuk tim Bhayangkara Presisi Lampung FC, saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dan seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim,” tulis Fadly Alberto.

Lebih jauh, Fadly menyadari dampak luas dari tindakannya. Dia bahkan menyinggung Timnas Indonesia yang ikut tercoreng akibat insiden tersebut.

”Dan untuk Tim Nasional Indonesia, saya meminta maaf karena perbuatan saya mencoreng nama baik Tim Nasional Indonesia. Kepada masyarakat Indonesia, saya meminta maaf atas kegaduhan akibat tindakan saya,” ungkap Fadly Alberto.

Pemain yang sempat menjadi kebanggaan publik itu juga berjanji akan belajar dari kesalahan. Dia berharap kejadian ini menjadi titik balik untuk memperbaiki diri ke depan.

”Dan semoga tindakan saya memberikan saya pelajaran yang baik untuk ke depannya agar bisa menjaga emosi dan jauh lebih baik,” tulis Fadly Alberto lagi.

Tak hanya itu, Fadly juga menyatakan kesiapan menerima konsekuensi. Dia menegaskan siap menjalani sanksi apa pun yang diberikan atas tindakannya.

”Dan terakhir, saya siap menerima sanksi yang setimpal atas tindakan saya dan saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut,” tutup pernyataan tersebut.

Sosok Fadly Alberto sejatinya bukan nama asing di kalangan pencinta sepak bola Indonesia. Dia mulai dikenal luas saat memperkuat Timnas Indonesia U-17 dan tampil di ajang internasional.

Saat itu, kisah hidupnya sempat viral karena latar belakang keluarga yang sederhana. Fadly bahkan mendapat perhatian publik hingga bantuan, termasuk hadiah rumah berkat prestasinya.

Namanya semakin melambung ketika tampil di Piala Dunia U-17 2025. Dia sukses mencetak gol saat Indonesia mengalahkan Honduras dengan skor 2-1, kemenangan bersejarah bagi Merah Putih di ajang tersebut.

Prestasi itu membuat Fadly digadang-gadang sebagai salah satu masa depan cerah sepak bola nasional. Dia kemudian masuk dalam proyeksi Timnas Indonesia U-20 yang dipersiapkan untuk berbagai ajang penting.

Namun, insiden terbaru ini bisa menjadi titik krusial dalam perjalanan karirnya. Reputasi yang telah dibangun perlahan kini diuji oleh satu momen emosional di lapangan.

Publik kini menunggu langkah federasi dan penyelenggara kompetisi terkait sanksi yang akan dijatuhkan. Tak sedikit yang berharap Fadly benar-benar belajar dan bangkit dari kesalahan.

Sepak bola memang bukan hanya soal teknik dan taktik, tetapi juga kontrol emosi. Kasus Fadly Alberto menjadi pengingat keras satu tindakan bisa berdampak besar pada karier dan nama baik.

Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Fadly menebus kesalahannya. Apakah dia mampu kembali bangkit dan menjadi kebanggaan, atau justru tenggelam oleh kontroversi yang dia ciptakan sendiri.**

Sumber: Jawapos.com