Diduga RSJ Tampan Minta Fee Pada Rekanan Dan Juga Pembalut Pada Awak Media

oleh -11 Dilihat
oleh

LensaKita.co.id — Menjelang tutup anggaran,aroma tidak sedap kini menyeruak dari Rumah Sakit Jiwa Tampan.Beberapa orang rekanan atau kontrakan kini merasa terzalimi oleh RSJ Tampan.Anggaran proyek yang diharapkan untuk memperpanjang nafas kini mesti tertunda dengan alasan RSJ Tampan tak memiliki anggaran.

Kenyataan itu harus diterima setelah adanya pihak RSJ memanggil beberapa orang.menurut beberapa orang rekanan atau kontraktor pemanggilan tersebut berkaitan dengan penundaan pembayaran.Ironinya isu miring juga berhembus bahwa pemanggilan ini juga dikaitkan dengan adanya permintaan fee agar anggaran bisa dicairkan.Pemanggilan dari pihak RSJ Tampan tersebut diwakili oleh Wakil Dirut Keuangan Widodo.

Namun isu tersebut dibantah tegas oleh pihak RSJ yang juga diwakili oleh Widodo bersama 4 orang PPTK.Menurut mereka isu tersebut adalah sesuatu informasi yang tidak benar.Pihak RSJ terpaksa menunda karena anggaran yang ada tak mencukupi untuk menyelesaikan tagihan.

“Rumah Sakit Jiwa Tampan adalah salah satu Badan Layanan Umum Daerah yang ada di Provinsi Riau.Sebagai sebuah BLUD kami diwajibkan menjadi badan yang mandiri.Kemandirian ini bukan cuma soal mencari anggaran tapi juga soal keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.Keseimbangan ini tentu harus dijaga menjelang akhir tahun anggaran agar semua kebutuhan wajib bisa dipenuhi.Apalagi setelah pemeriksaan anggaran kami merasa bahwa pemasukan yang ada tak mencukupi pengeluaran untuk membayar rekanan.Maka kami coba menyampaikan hal tersebut pada para rekanan.Untuk itu kami hanya meminta rekanan untuk sedikit mengerti persoalan ini dan mau sedikit bersabar,”ujar salah seorang PPTK.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wadir Keuangan RSJ Tampan.Menurutnya saat ini masih banyak kebutuhan RSJ yang membutuhkan anggaran besar.Dirut juga berharap ada pihak pihak yang mau membantu RSJ agar persoalan anggaran ini bisa teratasi.

“Saya baru beberapa bulan bertugas di RSJ Tampan.Jadi tak mungkin saya berani mengumpulkan rekanan.Apa kapasitas saya mengumpulkan rekanan.Sampai saat ini belum pernah saya mengumpulkan rekanan.Jadi isu tersebut adalah sebuah informasi bohong.Tapi saya bisa menebak siapa yang memberikan informasi tersebut,ucap Widodo

“Saat ini RSJ memang lagi membutuhkan biaya yang harus dipenuhi.Apalagi yang mesti kami berikan pelayanan adalah orang sakit jiwa.Orang orang ini hampir setiap hari membutuhkan obat,odol,sabun bahkan pembalut.Kebutuhan ini wajib dipenuhi.Ini tak bisa tak ada,karena para pasien harus mendapatkan semua itu,lanjutnya.

“Kami juga berharap agar ada pihak pihak yang rela meringankan semua beban tersebut.Begitu juga dengan para wartawan atau organisasi wartawan yang mau memberikan bantuan kami sangat bersyukur.Baik itu PWI atau organisasi wartawan lain yang mau sumbangkan Pembalut maka kami akan sangat senang.Pembalut juga kebutuhan wajib yang mesti ada disini.Jadi bantuan itu adalah sebuah hal yang sangat berharga,”tambah Widodo.

Widodo juga meminta persoalan ini jangan menjadi isu yang mengarah fitnah.Semua informasi yang beredar adalah kebohongan belaka yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Sementara itu rekanan yang merasa tidak bisa mendapatkan haknya sangat keberatan atas kebijakan RSJ Tampan.Mereka berharap agar pihak RSJ bisa memenuhi kewajiban agar perusahaan mereka bisa berjalan dengan baik.

“Kami menjalankan kegiatan di RSJ itu mengeluarkan biaya tak sedikit.Bahkan ada juga yang mesti meminjam agar bisa melaksanakan kegiatan yang ada.Hanya saja kami merasa kecewa atas kebijakan yang dikeluarkan oleh RSJ.Bagaimana bisa mereka menunda pembayaran pada pihak rekanan,”ujar salah seorang rekanan.

“Kekecewaan paling mendalam kami rasakan saat pihak rumah sakit memanggil para rekanan.Mereka bisa menyampaikan akan melakukan pembayaran dengan syarat rekanan bisa memberikan sedikit fee.Tentu hal ini sangat memberatkan bagi kami.Apalagi pada perusahaan kecil yang cuma mendapatkan kegiatan kecil kecil.”lanjutnya

“Kami sangat berharap PLT Gubri bisa mengambil sikap tegas atas persoalan yang kini terjadi di RSJ.Jangan sampai persoalan ini mencoreng wajah Pemda Riau dan juga PLT Gubri SF Hariyanto.Kami berharap Plt Gubri bisa mengevaluasi para pejabat yang ada di RSJ Tampan.Tempatkanlah orang orang yang profesional dan punya kredibilitas agar pengelolaan RSJ Tampan bisa berjalan secara baik dan benar,”pungkasnya