Prabowo: Indonesia Ekonomi Terbesar ke-7 Dunia! Tapi Rakyatnya ?

oleh -2 Dilihat
oleh
Oplus_131072

LensaKita.co.id — Presiden Prabowo Subianto melontarkan klaim yang bikin dada sedikit membusung. Dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Kamis (22/10/2026),

ia menyebut Indonesia kini menempati peringkat ketujuh ekonomi terbesar dunia berdasarkan paritas daya beli (PPP), merujuk proyeksi IMF edisi Oktober 2026 dengan PDB PPP sekitar US$5,48 triliun.

“Baru saja IMF mengeluarkan daftar urutan ekonomi terbesar di dunia dari PPP, purchasing power parity, berarti kemampuan daya beli nyata dari ekonomi banyak negara. Indonesia hari ini ditempatkan dalam urutan ketujuh di dunia,” kata Prabowo.

“Urutan ke-7, we are the 7th biggest economy in the world, we are strong,” lanjutnya.

Namun Prabowo sendiri tak menutup mata pada sisi gelap angka itu. Ia mengakui ekonomi selama ini hanya dinikmati segelintir orang.

“Sekarang, ekonomi selama ini hanya dinikmati oleh kurang dari 1% di atas. Tapi bayangkan, Rp50 triliun, 2 juta rakyat kita yang miskin itu, yang istilahnya yang sangat perlu kita angkat tingkat kehidupannya. Mungkin itu cukup banyak, masih puluhan juta. Tapi yang ingin saya garisbawahi, kita sudah di jalan yang benar, kita di arah yang benar,” paparnya.

Warganet langsung terbelah. Kubu bangga menyebut ini bukti Indonesia makin diperhitungkan dunia, sementara kubu skeptis menohok balik, “PPP nomor 7, tapi kenapa harga cabai dan kos masih bikin nangis?”

Kritik senada datang dari ekonom yang mengingatkan bahwa PPP bukan PDB nominal, dan dengan rupiah di Rp18.045 per dolar, jarak keduanya justru melebar.

Di pidato yang sama, Prabowo juga menyorot lima IUP tambang bercadangan fantastis senilai Rp5.400 triliun yang masih mangkrak di bawah tanah. Ia memerintahkan Menteri ESDM selektif memberi konsesi dan mencabut izin yang tak digarap lebih dari dua tahun.

“Mungkin dulu para pengusaha tertentu spekulasi, minta saja konsesi, dia bukan ahli tambang, dia bukan, enggak mengerti operasi tambang, tetapi dia minta saja. Begitu dikasih, dia pakai entah untuk spekulasi, untuk dimasukkan ke bursa di mana, ujungnya ya kita juga rugi sebagai bangsa,” kata Prabowo.

Sampai berita ini ditulis, perdebatan soal klaim peringkat tujuh dunia masih ramai di media sosial, antara rasa percaya diri dan tuntutan agar angka besar itu benar-benar terasa di meja makan rakyat.**

 

 

 

 

Sumber : @Melihat_Indo