BANDUNG,lensakita.co.id – Pengurus Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Jawa Barat menggelar rapat koordinasi sekaligus membentuk dan mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) SWI Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya SWI Jawa Barat dalam memperkuat struktur organisasi, meningkatkan konsolidasi internal, serta memperluas koordinasi antarwartawan di wilayah Jawa Barat.
Rapat koordinasi dipimpin langsung Ketua SWI Jawa Barat, Edi Suprapto, didampingi Sekretaris Deni Siswanto bersama jajaran pengurus SWI Jabar. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kelembagaan organisasi sekaligus mendorong pelaksanaan program kerja yang terarah di tingkat daerah.
Dalam agenda pembentukan kepengurusan tersebut, Seli ditetapkan untuk mengemban amanah dalam kepengurusan DPD SWI Kabupaten Bandung. Sementara itu, Ajay dipercaya untuk mengisi kepengurusan DPD SWI Kota Bandung.
Kedua kepengurusan tersebut kemudian dikukuhkan oleh Ketua SWI Jawa Barat, Edi Suprapto, bersama jajaran pengurus SWI Jabar.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengurus di tingkat kota dan kabupaten untuk menjalankan roda organisasi, membangun komunikasi yang efektif antaranggota, serta merealisasikan program kerja sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kewartawanan di wilayah masing-masing.
Ketua SWI Jawa Barat, Edi Suprapto, melalui agenda koordinasi dan pengukuhan tersebut menegaskan pentingnya memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat daerah. Keberadaan kepengurusan DPD diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi bagi para anggota sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme wartawan.
Pembentukan kepengurusan daerah bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif organisasi, melainkan juga menjadi bagian dari upaya membangun tanggung jawab bersama dalam menjalankan fungsi pers di tengah masyarakat.
Dengan adanya kepengurusan DPD SWI Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, koordinasi antaranggota diharapkan semakin terarah. Pengurus daerah juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik, menjaga kekompakan, serta mendorong setiap anggota untuk menjalankan tugas jurnalistik dengan berpedoman pada etika profesi dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Di tengah perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus pemberitaan digital, wartawan dituntut untuk semakin cermat dalam mengumpulkan, memverifikasi, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Karena itu, soliditas organisasi menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung peningkatan kapasitas wartawan sekaligus memperkuat kesadaran mengenai tanggung jawab pers terhadap publik.
Selain memperkuat kelembagaan, pembentukan DPD SWI Kota Bandung dan Kabupaten Bandung diharapkan turut mendorong terciptanya kehidupan pers yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab.
Wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, mengawasi jalannya kepentingan publik, serta menjadi bagian dari proses demokrasi. Oleh sebab itu, setiap produk jurnalistik perlu disusun berdasarkan fakta yang terverifikasi, mengedepankan keberimbangan, dan memberikan ruang bagi pihak-pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi.
Profesionalisme juga menuntut wartawan untuk menjunjung tinggi independensi, tidak mencampuradukkan fakta dengan opini yang menghakimi, serta menghindari penyebaran informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Melalui penguatan organisasi, SWI Jawa Barat diharapkan dapat terus mendorong anggotanya untuk meningkatkan kompetensi, memahami kode etik jurnalistik, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media.
Organisasi kewartawanan juga memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran bahwa kebebasan pers harus dijalankan seiring dengan tanggung jawab profesional dan penghormatan terhadap hak masyarakat.
Keberadaan kepengurusan SWI di tingkat kota dan kabupaten juga diharapkan membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah, lembaga masyarakat, organisasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sinergi tersebut penting untuk mendukung keterbukaan informasi publik, memperluas akses terhadap informasi yang dibutuhkan masyarakat, dan membangun komunikasi yang konstruktif antara insan pers dengan berbagai pihak.
Meski demikian, kerja sama dengan pemerintah maupun lembaga lainnya harus tetap dilaksanakan dengan menjaga independensi pers. Wartawan tetap memiliki tanggung jawab untuk menjalankan fungsi jurnalistik secara objektif, kritis, dan profesional.
Dengan demikian, hubungan yang terbangun bukan hanya sebatas komunikasi kelembagaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta pemenuhan hak masyarakat dalam memperoleh informasi yang benar.
Rapat koordinasi dan pengukuhan kepengurusan DPD SWI Kota Bandung serta Kabupaten Bandung pada Sabtu (17/10/2026) menjadi salah satu langkah organisasi dalam memperluas jangkauan kelembagaan SWI Jawa Barat.
Kepengurusan yang telah dikukuhkan diharapkan dapat segera membangun koordinasi internal, menyusun prioritas program kerja, serta memperkuat partisipasi anggota dalam berbagai kegiatan organisasi dan kewartawanan.
Tantangan dunia pers yang terus berkembang menuntut organisasi wartawan untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, khususnya dalam menghadapi perkembangan media digital, peningkatan kebutuhan informasi publik, serta tuntutan terhadap akurasi dan kredibilitas pemberitaan.
Karena itu, penguatan organisasi perlu diikuti dengan kerja nyata, peningkatan kompetensi, serta komitmen bersama dalam menjaga integritas profesi wartawan.
Di bawah kepemimpinan Edi Suprapto, SWI Jawa Barat diharapkan semakin solid dalam menjalankan visi dan misi organisasi, memperluas konsolidasi kewartawanan, serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pers di Jawa Barat.
Terbentuknya kepengurusan DPD SWI Kota Bandung dan Kabupaten Bandung diharapkan tidak berhenti pada seremoni pengukuhan, tetapi menjadi awal dari pelaksanaan program yang nyata, terukur, dan bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.
Pada akhirnya, kekuatan organisasi wartawan tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga oleh integritas, profesionalisme, dan konsistensi para anggotanya dalam menjalankan tugas jurnalistik serta menjaga kepercayaan publik terhadap pers.
“Denz Jabar”

