Miris Koperasi Guru Kecamatan Kampar( KGKK) Diduga Gelapkan Tabungan Guru, KGKK Sudah Tidak Beroperasi : Kemana Tabungan Guru?

oleh -21 Dilihat
oleh

LensaKita.co.id — Sungguh miris nasib para pahlawan tanpa tanda jasa di Kecamatan Kampar. Hak mereka berupa tabungan yang dipotong setiap bulan dengan dalih *”Tabungan Wajib”* diduga digelapkan oleh oknum pengurus Koperasi Guru Kecamatan Kampar (KGKK).

Berdasarkan laporan dan keluhan yang masuk ke Redaksi, salah seorang guru yang sudah purna tugas, mengaku sudah berbulan-bulan menunggu pengembalian uang tabungan yang sudah ditabung bertahun-tahun di KGKK, namun saat hendak menarik tabungannya, pihak koperasi selalu berkelit dengan alasan klasik “masih dalam antrian”.

“Saya sudah ajukan penarikan tabungan saya, karena saya butuh untuk keperluan berobat. Tapi jawabannya selalu antri, antri dan antri. Sudah 3 bulan saya antri, tidak ada kejelasan kapan dibayarkan. Padahal tiap bulan gaji saya dipotong untuk tabungan wajib di KGKK,” ungkapnya dengan nada kecewa, kepada Lensakita co.id, Sabtu (10/10/2026).

Yang lebih mengejutkan, berdasarkan informasi yang dihimpun Tim Investigasi Lensakita co.id di lapangan, KGKK tersebut diduga sudah tidak beroperasi lagi. Kantornya tutup, aktivitas koperasi tidak ada,

“Ini yang jadi pertanyaan besar. Kalau koperasi sudah tidak beroperasi, Lalu kemana uang potongan tersebut? Siapa yang menikmati? Ini jelas merugikan guru. Hak guru dirampas,” tegas sumber dari LSM Pemerhati Pendidikan Riau yang mendampingi guru tersebut.

Ia menambahkan, praktik pemotongan tabungan wajib dengan bandrol yang telah ditentukan tanpa transparansi laporan keuangan kepada anggota adalah pelanggaran serius terhadap UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

“Koperasi itu asasnya kekeluargaan dan transparan. Anggota berhak tahu SHU, berhak tahu laporan keuangan, berhak menarik tabungannya kapan saja sesuai AD/ART. Kalau dengan alasan antrian terus-menerus dan koperasi sudah tidak beroperasi, ini patut diduga ada penggelapan dana anggota. Ini pidana,” tegasnya.

Para guru di Kecamatan Kampar Propinsi Riau kini resah dan mempertanyakan nasib tabungan mereka yang sudah mencapai puluhan juta per orang jika diakumulasi selama bertahun-tahun mengabdi.

Mereka mendesak Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kampar serta Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar untuk segera turun tangan mengaudit total KGKK dan memanggil pengurusnya.

“Kami minta Bupati Kampar dan Kadis Koperasi jangan tutup mata. Segera panggil Ketua KGKK, audit keuangannya, dan kembalikan hak-hak guru. Jangan sampai guru-guru yang sudah mengabdi mencerdaskan anak bangsa malah dizalimi oleh koperasi guru itu sendiri,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Ketua KGKK tidak menjawab dikonfirmasi. Kantor KGKK yang didatangi Tim Lensakuta.co.id terlihat tutup dan tidak ada aktivitas.

Tim Lensakita.co.id membuka posko pengaduan bagi guru-guru di Kecamatan Kampar yang mengalami nasib serupa terkait tabungan di KGKK.*”

 

 

Penulis : YN