TAJUK RENCANA “LENSAKITA.CO.ID” : Kontrol Sosial Jadi Alat Untuk Menakut-nakuti Kepala Sekolah

oleh -15 Dilihat
oleh

LensaKita.co.id — Tak hanya masalah revitalisasi sekolah yang nilainya miliaran rupiah, Dana BOS Reguler yang sudah berjalan sekian tahun pun kini kembali diungkit-ungkit oleh sejumlah oknum mengatasnamakan media dan LSM.

Fenomena ini menjadi keresahan tersendiri di kalangan Kepala Sekolah SD dan SMP di Kabupaten Kampar. Mereka merasa terus dibayang-bayangi dengan dugaan-dugaan penyalahgunaan anggaran, mark-up, dan ancaman akan dilaporkan ke Kejaksaan atau KIP.

Padahal, Dana BOS adalah dana operasional yang setiap tahunnya sudah diaudit berlapis. Ada audit Inspektorat, BPKP, dan sistem pelaporan online ARKAS yang langsung terhubung ke Kemendikbud. Jika ada penyimpangan, tentu sudah ditemukan oleh auditor resmi.

“Kontrol sosial itu wajib dan kami dukung. Tapi kontrol sosial yang tidak pada tempatnya, yang datang hanya untuk menakut-nakuti kepala sekolah dengan surat konfirmasi yang isinya dugaan-dugaan tanpa data pembanding, itu yang merusak mental Kepsek,” ujar salah seorang Kepala yang minta identitasnya dirahasiakan.

Ia menjelaskan, Kepsek sekarang bekerja dalam tekanan. Sedikit-sedikit diancam akan diberitakan, sedikit-sedikit akan dilaporkan ke Tipikor Kejaksaan dan Polri

Pengamat Pendidikan Riau menilai, media dan LSM memang memiliki fungsi kontrol sosial yang dilindungi UU Pers No 40 Tahun 1999 dan UU Keterbukaan Informasi Publik No 14 Tahun 2008. Namun kontrol sosial harus proporsional, berimbang, dan berbasis data, bukan asumsi.

“Kontrol sosial yang benar itu mengedukasi, bukan mengintimidasi. Bukan datang bawa ancaman ‘saya akan viralkan’ kalau tidak ada uang koordinasi. Itu bukan pers, itu premanisme berkedok pers,” tegas pengamat tersebut.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi http://Lensakita.co.id Bambang Aryanto menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen pada jurnalisme investigasi yang berimbang.

“Kami di http://Lensakita.co.id membedakan. Jika ada laporan dari wali murid dan guru bahwa kondisi sekolah memang memprihatinkan sementara anggaran besar, itu wajib kami kontrol. Tapi jika ada oknum media yang hanya cari celah untuk menakut-nakuti Kepsek yang sudah bekerja jujur, kami juga akan lawan. Kami akan bela Kepsek yang jujur,” tegasnya. Bambang Aryanto.**

 

 

Redaksi http://Lensakita.co.id