LensaKita.co.id — Aksi teatrikal mewarnai demonstrasi Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Persis) di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).
Massa membawa keranda mayat bertuliskan “RIP Hukum” sebagai simbol matinya keadilan sekaligus mendesak agar kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, diusut secara independen.
Sebelum tiba di lokasi, massa sempat menutup Jalan Panglima Polim saat melakukan long march menuju Gedung Kejagung. Aksi tersebut menarik perhatian pengguna jalan dan menjadi sorotan di sekitar lokasi.
Dalam orasinya, massa mengkritik aparat penegak hukum yang dinilai gagal menjaga kepercayaan publik. Mereka bahkan mendesak agar Febrie dijatuhi hukuman maksimal apabila terbukti bersalah, serta meminta seluruh pihak yang diduga terlibat ikut diproses tanpa pandang bulu.
Aksi sempat diwarnai saling dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga di depan Gedung Kejagung, namun situasi berhasil dikendalikan dan demonstrasi tetap berlangsung hingga selesai.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan, di antaranya meminta penyidikan kasus diserahkan kepada KPK, mendesak pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset, mengusut tuntas seluruh jejaring yang diduga terlibat, serta meminta Jaksa Agung mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penanganan perkara tersebut.**
Sumber : @Melihat_Indo https://x.com/i/status/2084665052150497461
