Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Subayang Sik Ancaman Bagi Para Pelaku Narkoba dan Mafia

oleh -21 Dilihat
oleh
Oplus_131072
AKBP BOBY PUTRA RAMADAN SEBAYANG SIK

 

LensaKita.co.id —– Terhitung sejak 16 Juli 2025, AKBP Boby Putra Ramadan Sebayang SIk atau Boby Sebayang resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Kampar.

Pelantikan AKBP Boby dilakukan langsung oleh Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersamaan dengan sejumlah Kapolres lainnya di Polda Riau.

AKBP Boby Sebayang ditunjuk Kapolri sebagai Kapolres Kampar menggantikan pejabat sebelumnya, AKBP Muhardi Mirwan.

AKBP Boby Sebayang sebelumnya adalah Kasubdit 1 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau. Sementara AKBP Mihardi Mirwan untuk selanjutnya menjabat sebagai Kabag Wasidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Acara pisah sambut kedua Pamen Polri ini telah digelar dalam bentuk farewell and welcome parade atau pisah sambut pejabat lama dan baru, di Polres Kampar, Rabu (16/7/2025).

AKBP Mihardi menyampaikan terima kasih kepada jajarannya atas kerja sama dan dukungannya selama menjabat sebagai kapolres. Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas segala kekurangannya selama memimpin komando

Sementara itu, AKBP Boby Sebayang menyampaikan terima kasihnya kepada AKBP Mihardi. Ia juga menyampaikan siap meneruskan tongkat komando dan melanjutkan program-program yang telah dijalankan selama ini.

Profil Ringkas AKBP Boby Sebayang

Dilihat dari daftar riwayat hidupnya, AKBP Boby Sebayang adalah putra Medan kelahiran tanggal 28 Mei 1984, atau berusia 42 tahun lewat tiga bulan.

Boby Sebayang adalah alumni Akademi Kepolisian (AKPOL) angkatan tahun 2006, dengan penempatan tugas perdana sebagai Kepala SPK Shief B Polres Ternate, Polda Maluku Utara dari Januari 2007 sampai Januari 2008.

Setelah melalui serangkaian tugas selama 18 tahun hingga tahun 2023, sudah terlihat spesialisasi Boby Sebayang orang reskrim dan res narkoba.

Makanya tidak heran. Saat menjabat sebagai Kasubdit 1 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau, AKBP Boby Sebayang mencatat sejarah pengungkapan kasus nerkoba terbesar dalam sejarah Polda Riau.

Selama bertugas di Direktorat Narkoba Polda Riau, Boby Sebayang pernah mengungkap 200 kilogram sabu hingga ratusan butir ekstasi.

Oleh sebab itu, tidak aneh jika Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan penghargaan atas keberhasilannya mengungkap berbagai kasus tindak pidana narkotika dalam skala besar.

Banyak kalangan berspekulasi bahwa perjalanan karir Boby Sebayang dari Polres Kampar akan terus melesat ke jabatan yang lebih menantang.

Alasannya. Selama menjadi Kapalres Kampar, AKBP Boby Sebayang akan menjadi ancaman nyata bagi bandar narkoba disana dan para pelaku mafia mafia ilegal. Sebab sebelum pindah ke Kampar, Boby sudah memperlihatkan ‘kesangaran’ nya dalam mengungkap kasus narkoba tanpa ampun.

Dari sisi lain, kehadiran Boby Sebayang di Polres Kampar akan dianggap tokoh adat dan tokoh agama sebagai ‘Penjaga Marwah’ Kampar sebagai pusat peredaran narkoba. Saat pertama menjadi Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Subayang Sik Langsung Tancap gass dengan menangkap Kepala Desa Tarai bangun dengan kasus dugaan Pemalsuan surat tanah.

Kasat Narkoba Polres Kampar AKP. Markus T. Sinaga, SH, MH dikutip dari sebuah berita yang dihimpun oleh Media Centre Polres Kampar mengatakan, bahwa pemberantasan Narkoba menjadi atensi dan prioritas Polda Riau. Di Kabupaten Kampar, katanya, kasus penyalahgunaan Narkoba sangat tinggi.

Marcus menjelaskan bahwa dari Januari 2025 Polres Kampar sudah menangani sebanyak 139 kasus Narkoba dengan 208 tersangka. Sebanyak 93 kasus sudah P21. Dan 11 kasus dilakukan rehabilitasi.

Terkait dengan tingginya ancaman narkoba, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar bergerak cepat menindaklanjuti Nota Kesepahaman dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar tentang Sinergi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang ditandatangani pada 29 Juni 2026.

Melalui Bidang Kurikulum, Disdikpora Kampar langsung mengambil langkah strategis dengan melibatkan BNK Kampar dalam Rapat Kerja Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027 yang diikuti seluruh pengawas sekolah se-Kabupaten Kampar.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa sekolah memiliki posisi strategis sebagai benteng pertama dalam upaya pencegahan narkotika. Melalui kurikulum yang terintegrasi, nilai-nilai hidup sehat, tanggung jawab, keberanian menolak narkoba, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial dapat ditanamkan sejak dini kepada para peserta didik.

Sinergi antara Disdikpora Kampar dan BNK Kampar ini diharapkan menjadi model kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dari penyalahgunaan narkotika.

Ketika nilai-nilai anti narkoba telah menjadi bagian dari budaya sekolah, maka sesungguhnya Kabupaten Kampar sedang menanam investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, tangguh, dan mampu membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih gemilang.

Ada keyakinan. Semua proses yang telah dan sedang berjalanan dalam pencegahan narkoba di Kabupaten Kampar akan menemukan ‘Jalan yang Lempang’ saat AKBP Boby Sebayang berada di Polres Kampar.**

 

Semoga!

Awaluddin Awe