Ngeri, Efek Domino ‘Mahasiswa Bodong’!Usai Boikot Event Raffi Rans Carnival, Willie Salim Didepak dari Konser Langit

oleh -12 Dilihat
oleh
Oplus_131072

LensaKita.co.id — Gelombang cancel culture yang menghantam Raffi Ahmad dan Willie Salim belum juga surut, malah melebar ke Solo. Pagi ini, Minggu (1/11/2026), penyelenggara Konser Langit resmi mencoret nama Willie Salim dari daftar pengisi acara yang digelar di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) hari ini.

Rencana awalnya cukup istimewa. Willie dijadwalkan tampil dalam sesi syiar perjalanan keislamannya lewat pengikraran syahadat secara resmi sekaligus prosesi penerbitan sertifikat mualaf. Penyelenggara mengaku keputusan pencoretan diambil di tengah polemik yang menyeret nama Willie usai Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, 29 Oktober lalu.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila informasi terkait kehadiran Bang Willie Salim dalam acara ini telah menimbulkan ketidaknyamanan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat,” demikian pernyataan resmi penyelenggara, Minggu (1/11/2026).

Meski begitu, Konser Langit dipastikan tetap jalan. Ustaz Derry Sulaiman, Opick, dan Charly Van Houten tetap mengisi panggung dakwah yang disebut sudah digagas jauh sebelum polemik 29 Oktober pecah. Ini adalah coretan kedua terhadap duo Raffi-Willie dalam dua hari, setelah kemarin RANS Carnival di Maguwoharjo ditinggal empat musisi dan belasan UMKM.

Sementara itu, Polda Metro Jaya yang menjadi penyelenggara Deklarasi Sumpah Pemuda akhirnya buka suara. Sabtu (31/10/2026), Kabid Humas Kombes Budi Hermanto menyampaikan permohonan maaf terbuka.

“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi,” katanya.

Budi juga menegaskan status dua figur itu.

“Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” ujarnya.

Raffi dan Willie sendiri sudah lebih dulu klarifikasi lewat Instagram masing-masing. Raffi mengaku hanya menerima info acara malam sebelum kegiatan.

“Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara,” tulisnya, sembari menambahkan,

“Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir,” ujarnya.

Willie lebih singkat, “Saya tidak terlibat dalam penyelenggaraan maupun pengaturan peserta acara, serta tidak menerima bayaran ataupun imbalan dalam bentuk apa pun,” katanya.

Seberapa panas isu ini? Data Google Trends yang dilansir dari media pemberitaan mencatat pencarian nama Raffi Ahmad melonjak 5.000 persen dibanding minggu sebelumnya dan masuk kategori breakout. DIY, Jakarta, Banten, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur jadi wilayah dengan pencarian tertinggi, dengan kueri kabar Raffi dan isu boikot mendominasi.

Warganet pun terbelah. Sebagian merayakan pencoretan demi pencoretan sebagai bukti suara publik didengar. Sebagian lain menilai cancel culture sudah keterlaluan karena yang paling dirugikan justru pekerja panggung dan UMKM di balik acara-acara itu. Satu pertanyaan tetap menggantung, siapa sebenarnya yang membiayai dan mengatur peserta “mahasiswa sewaan” itu?

Sampai berita ini ditulis, polisi menyebut mahasiswa gadungan yang sempat muncul masih dalam penyelidikan.**

 

 

 

Sumber : @Melihat_Indo