LensaKita.co.id — Teka-teki sosok “mahasiswa bodong” yang meramaikan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI akhirnya terpecahkan.
Seorang wanita bernama Sari, yang viral lantaran mengenakan jas almamater Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) di acara yang turut dihadiri Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad tersebut, akhirnya muncul ke publik dan mengakui bahwa dirinya sama sekali bukan mahasiswa kampus tersebut.
Klarifikasi mengejutkan ini disampaikan Sari melalui sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @kbm_ubsi.dws pada Sabtu (31/10/2026). Sambil membaca teks dari ponselnya dan diapit empat mahasiswa asli, ia memohon maaf atas polemik yang mencoreng nama baik institusi.
“Dengan ini saya menegaskan bahwa saya bukan mahasiswa aktif UBSI,” ucap Sari.
Alih-alih memberikan penjelasan logis, ia justru melontarkan pengakuan janggal bahwa jas almamater biru tersebut merupakan pemberian dari seseorang yang tidak dikenalnya.
Pihak rektorat UBSI pun langsung mengambil sikap tegas atas insiden memalukan ini. Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UBSI, Adi Supriyatna, memastikan kampusnya tidak pernah menerima undangan dari Polda Metro Jaya selaku penyelenggara, apalagi mengirimkan delegasi mahasiswa ke acara tersebut.
Adi juga membongkar fakta telak bahwa jaket yang dipakai Sari adalah atribut usang berlogo akademi pra-2018 yang warnanya pun sudah tidak sesuai dengan standar universitas saat ini.
“Kami menyayangkan penggunaan atribut yang identik dengan institusi kami oleh pihak yang bukan civitas academica UBSI. Saat ini tim kami masih menelusuri identitas yang bersangkutan, dan kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi,” tegas Adi melalui keterangan resminya.
Pihak kampus memperingatkan masyarakat dan alumni agar tidak sembarangan meminjamkan atau menggunakan jas almamater di luar konteks akademik, karena atribut tersebut merupakan simbol kehormatan institusi, bukan sekadar kostum untuk meramaikan deklarasi.**
Sumber : @Melihat_Indo

