Bikin Geleng Kepala! Rumah Dinas Perwira TNI Disulap Jadi ‘Sarang’ Judi Online, DPR Sentil Keras!

oleh -13 Dilihat
oleh
Oplus_131072

LensaKita.co.id — Ironi tingkat dewa kembali menampar wajah institusi keamanan negara! Bagaimana tidak? Sebuah rumah dinas militer yang seharusnya menjadi simbol kedisiplinan dan keamanan, tepatnya di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, justru sukses ‘disulap’ menjadi markas besar sindikat judi online (judol).

Fakta memalukan ini sontak membuat Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, naik pitam sekaligus tak habis pikir. Ia mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan internal TNI bisa kecolongan sebegitu parahnya.

“Saya kira kasus ini perlu menjadi bahan evaluasi pengawasan internal TNI. Bagaimana kegiatan yang menggunakan puluhan komputer bisa berlangsung di lingkungan rumah dinas militer tanpa terdeteksi? Ini perlu dijelaskan dan dibenahi,” kritik tajam Sukamta, Jumat (9/10/2026).

Politikus PKS ini mendesak agar pengusutan kasus tidak hanya berhenti pada para ‘kroco’ alias operator sipil yang tertangkap basah. Menurutnya, mustahil operasi ilegal berskala besar di dalam area ring militer bisa berjalan mulus tanpa adanya ‘karpet merah’ atau bekingan kuat.

Ia menuntut aparat menelusuri siapa dalang utama yang mengendalikan, menyediakan tempat, hingga dugaan adanya oknum yang melindungi praktik haram ini.

Sukamta mengingatkan bahwa rumah dinas TNI adalah fasilitas negara yang penggunaannya harus bisa dipertanggungjawabkan secara penuh. Ia pun mendesak institusi militer untuk tidak menutup-nutupi skandal ini.

“Kami berharap TNI menangani kasus ini secara terbuka dan profesional. Jangan sampai perbuatan orang-orang tertentu mencoreng nama baik institusi TNI yang selama ini dijaga dengan susah payah,” tegasnya.

Seperti diketahui, markas judol berkedok rumah dinas militer ini akhirnya digerebek. TNI berhasil menciduk 11 warga sipil (enam laki-laki dan lima perempuan) yang bertindak sebagai operator. Barang bukti yang disita pun tak main-main: 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan 9 KTP ikut diamankan.

Sebagai buntut dari skandal memalukan ini, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas memastikan bahwa Letkol Amran, perwira militer yang menempati rumah dinas tersebut, kini tak lagi bisa tidur nyenyak.

Lebih lanjut, oknum tersebut Sudah ditahan dalam rangka pemeriksaan di Pomdam Jaya,” pungkas Nas, memberikan sinyal bahwa bersih-bersih internal tengah dilakukan.**

 

 

Sumber : @Melihat_ Indo