LensaKita.co.id — Bukannya mendapat solusi atas udara beracun yang makin mencekik akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), puluhan mahasiswa dan warga Jambi justru harus menelan kekecewaan pahit.
Aksi unjuk rasa di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Jambi pada Kamis (8/10) berujung chaos setelah Gubernur Jambi, Al Haris, seolah ‘menghilang’ dan enggan menemui rakyatnya sendiri.
Berawal dari tuntutan agar Pemprov Jambi melek dan lebih serius menangani bencana asap, massa yang terus diabaikan hingga sore hari akhirnya habis kesabaran. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, eskalasi emosi memuncak hebat.
Massa pengunjuk rasa tak hanya membakar amarah, tetapi juga nekat menyalakan api di lokasi hingga nyaris menjebol gerbang gedung DPRD Provinsi Jambi.
Melansir laporan media lokal Kalangan Jambi, kebuntuan komunikasi dengan Gubernur Al Haris menjadi pemicu utama ricuhnya demonstrasi tersebut.
Lantaran massa bersikeras bertahan menuntut kehadiran sang kepala daerah yang tak kunjung menampakkan batang hidungnya, pihak kepolisian akhirnya mengambil langkah tegas dengan membubarkan paksa kerumunan dan mengamankan sejumlah demonstran.
Untuk meredam ‘amuk’ warga yang hanya menuntut hak bernapas lega ini, aparat kepolisian sampai harus mengerahkan kekuatan penuh. Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Ananto Herlambang, mengonfirmasi bahwa nyaris seribu personel diturunkan untuk memukul mundur massa dan mengendalikan situasi di pusat pemerintahan tersebut.
“Hari ini sekitar 940 personel gabungan dari Polda dan Polresta dikerahkan. Situasi sudah kondusif dan saat ini sudah kami kendalikan, massa unjuk rasa juga telah kembali ke tempat masing-masing,” klaim Ananto, Kamis (8/10).**
Sumber : @Melihat_Indo

