*SJR: “Si Kancil” Dan Seni Menjaga Keseimbangan Politik*

oleh -13 Dilihat
oleh

LensaKita.co.id — Nama Sufmi Dasco Ahmad menjadi salah satu figur yang cukup menonjol dalam dinamika politik nasional. Saat ini Dasco menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra.

Di luar jabatan formal tersebut, muncul pula sejumlah istilah yang mewarnai persepsi publik terhadap sosok Dasco, mulai dari “Si Kancil” hingga “Don Dasco”.

Presiden Prabowo Subianto sendiri pernah menyapa Dasco dengan panggilan “Don” dan “Si Kancil” dalam taklimat kader Gerindra di Hambalang pada November 2025. Pada Juli 2026, Prabowo kembali memasukkan Dasco dalam gurauannya mengenai tiga “pemimpin kancil” bersama Muhaimin Iskandar dan Bahlil Lahadalia.

Fenomena tersebut mendapat perhatian dari Sayed Junaidi Rizaldi alias SJR, Ketua Umum Ikatan Alumni UPN Veteran Jakarta sekaligus founder Garda Pers Merah Putih.

Menurut SJR, yang menarik dari Dasco bukan hanya posisi formalnya, melainkan pola relasi politik yang dibangunnya dengan berbagai kelompok.

“Saya tidak mengenal Dasco secara dekat. Tetapi kalau melihat fenomenanya dari luar, memang menarik. Konsolidasi politik yang beliau lakukan kepada kawan maupun lawan sangat intens,” ujar SJR.

Pertemuan dengan Rocky Gerung dan Syahganda

Salah satu fakta yang menjadi perhatian adalah pertemuan Dasco dengan Rocky Gerung, Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan di kawasan Senayan pada April 2025.

Dalam pertemuan tersebut, menurut keterangan Syahganda, mereka antara lain membahas isu global, kebijakan tarif Amerika Serikat, hubungan Indonesia dengan negara lain serta persoalan lapangan pekerjaan.

Rocky Gerung kemudian menyebut hubungannya dengan Dasco sebagai “kawan politik”, sekaligus menolak anggapan bahwa pertemuan tersebut otomatis menjadikannya “anak didik” atau “kader binaan” Dasco.

Bagi SJR, peristiwa tersebut menarik karena memperlihatkan adanya ruang pertemuan antara politisi dan tokoh yang memiliki pandangan kritis.

“Orang boleh berbeda pandangan, boleh kritis, tetapi perbedaan itu tidak harus membuat pintu dialog tertutup,” kata SJR.

*ADIDAS, KABINDA hingga Mentor Politik*

Istilah ADIDAS dan KABINDA juga muncul dalam percakapan publik mengenai Dasco.

Raffi Ahmad pada Agustus 2025 secara terbuka menyebut Dasco sebagai salah satu mentornya. Dalam kesempatan yang sama, Raffi menyebut istilah “Adidas” sebagai “Anak Didik Dasco” dan “Kabinda” sebagai “Kader Binaan Dasco”, disertai sejumlah istilah bernada gurauan lainnya.

Fenomena itu, menurut SJR, memperlihatkan bagaimana relasi personal dan politik Dasco dipersepsikan oleh orang-orang di sekitarnya.

*Konsolidasi Politik*

Ada pula sejumlah pertemuan Dasco dengan berbagai kelompok politik dan masyarakat. Pada April 2025, misalnya, Dasco bertemu dengan sejumlah pimpinan PKS, sementara pada bulan yang sama ia juga terlibat dalam silaturahmi dengan sejumlah pimpinan serikat buruh.

SJR membaca rangkaian pertemuan tersebut sebagai bagian dari kemampuan Dasco membangun konsolidasi lintas kelompok.

“Politik itu dinamis. Hari ini berbeda posisi, besok bisa duduk satu meja membicarakan kepentingan yang lebih besar,” kata SJR.

Dari berbagai fenomena tersebut, SJR kemudian menyampaikan penilaian pribadinya mengenai posisi Dasco dalam politik Indonesia.
“Saya berani mengatakan, kalau kita bicara tentang kewarasan politik Indonesia saat ini, salah satu yang ikut menjaganya adalah Dasco.”

Namun, bagi SJR, kemampuan seorang politisi untuk tetap membuka ruang pertemuan dengan pihak yang berbeda merupakan sesuatu yang penting.

“Dasco tetap politisi dan tentu harus bisa dikritik. Tetapi kritik jangan menjadi alasan untuk memutus semua ruang perbedaan,” ujarnya.

Pada akhirnya, SJR melihat fenomena Dasco melalui satu prinsip sederhana:
“Seribu teman terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.”

Bagi SJR, kalimat tersebut menggambarkan pentingnya mengelola perbedaan tanpa menjadikannya permusuhan permanen.

“Saya mengucapkan Selamat mengingati hari lahir yang ke 59 pada Prof.DR.Ir.H.Sufmi Dasco Ahmad , Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT aamiin ya Allah,” tutup SJR.**