LensaKita.co.id — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Provinsi Riau melakukan Audensi ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan, kawasan Rumbai, Pekanbaru, Jumat (18/9/2026). Pertemuan ini untuk membuka peluang kolaborasi strategis dalam pencegahan korupsi dan penguatan integritas di wilayah Riau.
Ketua DPW GMPK Riau, Adrian, menyampaikan lembaganya membuka diri untuk menjalin sinergi berkelanjutan dengan manajemen PHR. Menurutnya, kemitraan ini bertujuan memperluas jangkauan edukasi nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas di tengah masyarakat luas.
“Kami siap berkolaborasi menjadi perpanjangan tangan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat luas, agar nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas makin kuat berakar di tanah Riau,” ujar Adrian di hadapan jajaran manajemen PHR.
Ia juga mengapresiasi keterbukaan pihak PHR yang diwakili Lutfhi beserta tim. Sambutan tersebut dinilai sebagai modal berharga membangun kerja sama tiga pilar: dunia usaha, masyarakat, dan pengawasan sosial.
Sementara itu, Deputi Pendidikan Anti-Korupsi GMPK Riau, Abdul Hafhiz, S.IP., menegaskan timnya siap turun langsung ke lapangan menyebarluaskan pemahaman tentang bahaya korupsi, hak publik atas informasi, serta peran aktif warga dalam pengawasan.
“GMPK siap hadir memberikan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat Riau, agar tidak hanya cerdas mengenali praktik korupsi, tetapi juga berani melaporkan dan menolak segala bentuk penyimpangan yang merugikan kepentingan bersama,” tegas Hafhiz.
Deputi Pengkajian Korupsi GMPK Riau, Hafzan, S.H., melengkapi hal tersebut dengan menekankan bahwa edukasi anti-korupsi harus berpijak pada data dan kajian mendalam. Tanpa landasan analisis yang kuat, pesan yang disampaikan tidak akan efektif.
“Kami akan menyusun kajian mendalam terhadap potensi risiko korupsi di berbagai sektor, termasuk yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dan kemitraan strategis. Hasil kajian ini akan menjadi bahan edukasi yang tajam, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga masyarakat tidak hanya tahu korupsi itu buruk tetapi juga paham di mana celahnya dan bagaimana cara menutupnya,” ungkap Hafzan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif, terbuka, dan penuh keakraban, menandai langkah awal kerja sama yang diharapkan memperkuat benteng integritas dan pencegahan korupsi di Bumi Lancang Kuning.**
Sumber : Rilis GMPK

