Badan Gizi Nasional Jakarta Di Geledah Kejaksaan Agung

oleh -15 Dilihat
oleh
Oplus_131072

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah karyawan BGN menunggu di luar area kantor sejak pagi. Mereka diminta turun dari kendaraan dan menunggu arahan lebih lanjut.

Menurut informasi yang diperoleh di lokasi, seluruh pegawai yang datang belum diizinkan masuk ke dalam gedung karena adanya kegiatan yang melibatkan tim Kejaksaan Agung.

Seorang petugas keamanan menyebut tim Kejagung telah berada di lokasi sejak sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Hingga pagi, aktivitas perkantoran belum berjalan dan tidak ada pelayanan yang berlangsung di lingkungan kantor.

Sampai sekitar pukul 09.00 WIB, pegawai masih terus berdatangan. Namun mereka tetap diminta menunggu di luar area gedung.

Tidak hanya pegawai, awak media yang datang untuk melakukan peliputan juga tidak diperbolehkan masuk ke dalam kompleks kantor BGN.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak BGN maupun Kejaksaan Agung terkait kabar penggeledahan tersebut.

Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dan Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaeman Nahdi. Namun keduanya belum memberikan tanggapan.

Kabar penggeledahan ini muncul sehari setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan di BGN dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN.

Terkait pergantian tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya mengungkapkan bahwa dugaan praktik jual beli Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sedang menjalani audit internal.

“Semua sedang dalam proses audit internal. itu adalah bagian dari, sekali lagi kami sampaikan, bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus yang kita lakukan,” kata Pras di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6).

Prasetyo mengatakan pemerintah terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja BGN guna memastikan pelaksanaan program berjalan optimal.

Menurutnya, pergantian pimpinan merupakan bagian dari evaluasi yang dilakukan Presiden. Sejumlah catatan disebut menjadi pertimbangan dalam keputusan tersebut.

“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Beberapa hal tersebut yang menjadi dasar pertimbangan,” ucap dia.

Meski terjadi pergantian pimpinan, Prasetyo memastikan pelaksanaan program MBG tetap berjalan dan pelayanan kepada penerima manfaat tidak terganggu.

Sedangkan di hari Selasa (2/6), Presiden Prabowo menunjuk Naniek S. Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.

Pada saat yang sama, dua Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya, juga diberhentikan. Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Wakil Kepala BPKP Agustina Arumsari dan Wakil Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.**

 

 

Sumber : Aspek.id / CNN