Pendiri dan Juga Mantan Ketua Komite SMP Negeri 7 Tambang Angkat Bicara,Begini Kisahnya !!

oleh -194 Dilihat
oleh
Oplus_131072

LensaKita.co.id — Banyaknya anak anak tempatan yang tak diterima oleh SMPN 7 Tambang memunculkan kekecewaan dan keresahan masyarakat, Mereka merasa bahwa tujuan awal dan niat mulia berdirinya sekolah seperti tak tercapai.Bahkan pengorbanan pemilik tanah untuk hibahkan tanah demi pendidikan anak anak sekitar seperti tak tercapai.

Salah satu yang menyampaikan klarifikasi kepada meedia Sabtu 18/07/2026 sekitar pukul 22:00 Wib di sebuah warung kopi, Keresahan disampaikan Irwanto sebagai Pemuka masyarakat yang juga berdomisili disekitar SMPN 7 Tambang ini juga merupakan orang yang begitu gencar memajukan pendidikan di daerah Tambang Khususnya dan Kampar pada umumnya.”irwanto juga adalah RT saat penghibahan tanah pada sekolah dan juga pernah jadi ketua Komite.

Menurutnya komitmen awal antara masyarakat sekitar dan SMPN 7 Tambang telah tercoreng oleh kelakuan Kepala sekolah yang cuma mencari keuntungan semata.

“Kami merasa bahwa cita cita awal berdirinya SMPN 7 Tambang ini telah diingkari oleh Disdikpora Kampar dan Kepsek SMPN 7 Tambang, Mereka seperti lupa akan sejarah berdirinya SMPN 7 Tambang.

Mereka seperti tak mau memajukan pendidikan buat warga sekitar namun hanya mengejar uang uang receh demi keuntungan semata,”ujar irwanto yang pernah jadi ketua Komite.

“Mereka seharusnya jangan lupakan sejarah, Dimana awal berdirinya SMPN 7 Tambang ini berawal pada tanggal 6 Juni 2013. Saat itu ketua RT mengajak dan mengadakan rapat bersama masyarakat untuk menghibahkan tanah fasum untuk mendirikan SMPN 7 Tambang kabupaten Kampar Propinsi Riau.

Hal ini juga sesuai dengan arahan dari kepala dinas Jawahir, Alfian selaku kepala UPTD dan haji Amir selaku pengawas sekolah.Setelah cukup lama berunding dan rapat dengan masyarakat akhirnya diperoleh kata sepakat untuk menghibahkan tanah fasum tersebut untuk menjadi lokasi SMPN 7 tambang”lanjutnya

Dalam kesempatan dan komitmen tersebut masyarakat meminta agar bisa menjadi SMPN 7 Tambang menjadi salah satu sekolah terbaik di Kabupaten Kampar.

Selain itu juga disetujui untuk menjadikan anak anak tempatan untuk bisa menjadi prioritas bersekolah di SMPN 7 Tambang.dari kesepakatan rapat akan memberikan satu kantin untuk masyarakat demi kebutuhan masyarakat tempatan pemilik fasum.

“Akhirnya berdilah SMPN 7 Tambang, Pada awal berdirinya SMPN mendapatkan dana Block Grand sebesar 1.2 M.Setelah itu dana yang didapat mengalami peningkatan menjadi 2,1 M.Pada 15 Juni 2015 keluar izin pendirian dengan menunjukkan Drs Abukari,Ketua RT dan lainnya menjadi tim pembangunan.

Dalam pembangunan tersebut berjalan dengan lancar dan baik.Terbukti dengan mendapatkan Juara 2 tingkat nasional dalam pengelolaan dan penataan fisik serta pelaporan keuangan pembangunan sekolah.Penghargaan ini menjadi modal awal untuk menjadikan sekolah terbaik,ungkap Irwanto

Karena banyak kebijakan Kepsek yang tidak lagi sesuai dengan komitmen awal,Maka Irwanto pun mengundurkan diri pada Maret 2025.Dirinya melihat bahwa kepsek SMPN 7 Tambang tak lagi prioritas kepentingan sekolah.

Alasan mengundurkan diri karena gedung gedung banyak terlantar termasuk WC yang tak terurus dan berbauk.Belum lagi soal uang sewa kantin Dua tahun yang raib tanpa jejak sebesar 30 juta yang di akan digunakan untuk pembelian tanah untuk sekolah sat di jabat oleh plt.Drs Maisal Amri sebagai pengganti Armarhum Zamira Mpd.

“Saking mirisnya kondisi sekolah,Kepsek membiarkan bendera koyak koyak tetap berkibar.Kelakuan ini tidak cuma mempermalukan diri tapi juga mempermalukan negara Indonesia.

“Kekecewaan ini disebabkan adanya ketidaksesuaian komitmen kepsek yang lama dan yang baru saat ini. yang menjadikan uang kantin menjadi modal pembelian lahan tambahan lokal malah diingkari dan hilang Tampa jejak sampai saat ini.l, Belum lagi gaji penjaga sekolah yang tak dibayar karena alasan dana Bos Tak cukup, Belum lagi tunggakan gaji pegawai lainnya,urai Irwanto.

“Mekanisme pemilihan Ketua Komite setelah itu tidak lagi sesuai dengan aturan dan sistem berlaku, Kepsek menunjuk langsung Ketua Komite yang sesuai keinginan dan kemauannya agar bisa melakukan kerjasama yang baik.

Padahal orang tua murid sudah meninggalkan ruangan rapat dan hanya tinggal beberapa tokoh masyarakat, Bahkan penunjukan ini juga inisiatif dari seorang staf ahli Bupati Kampar Abukhari.

Penunjukan ketua Komite baru ini jadi awal terjadinya berbagai pungli yang terjadi di SMPN 7 Tambang yang langsung tunjuk oleh kepala sekolah.

Mereka seakan akan seperti berkolaborasi untuk bisa mengeruk pundi pundi yang banyak demi memperkaya diri sendiri dan kelompoknya, Mereka seperti melupakan tujuan dan cita cita awal berdirinya SMPN 7 Tambang.

Selanjutnya, Irwanto berharap kepada kepala sekolah dan komite tidak lagi mengumpulkan uang recehan diatas penderitaan orang tua siswa.tutupnya.***

 

 

Penulis : AM

Editor : Eman Melayu