Lensakita.co.id, – Aktivis Anak dan Perempuan Riau,Rika Parlina S.H melihat Pemko Pekanbaru Lalai dalam memenuhi hak hak anak.Kota Pekanbaru dirasa tak layak disebut kota Layak anak.Banyak faktor faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak namun diabaikan oleh Pemko Pekanbaru dibawah kepemimpinan Agung Nugroho.Hal ini menjadi signal keras betapa buruknya pemko dalam memenuhi hak hak dasar anak.
Hal ini disampaikan oleh Rika Parlina S.H saat dijumpai awak media pada hari Kamis(7/5/2026).Kondisi ini membuat aktivitas yang konsisten memperjuangkan hak hak anak Kota Pekanbaru ini merasa miris.
Menurutnya kian hari,Kota Pekanbaru tambah jadi kota yang tak layak anak.Padahal program ini telah lama di gaung gaungkan oleh Pemerintah.Sebagai generasi penerus bangsa,maka membangun karakter kuat dan mental yang baik sangat penting.
“Sungguh sangat disayangkan saat ini kota Pekanbaru adalah sebuah kota yang tak lagi peduli dalam tumbuh kembang anak.Kota yang diharapkan sebagai kota percontohan di Riau menjadi kota layak anak tak bisa dilaksanakan sebaik baiknya.”
“Pekanbaru dibawah kepemimpinan Agung Nugroho hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dan seremonial belaka.Agung seperti abai pada kondisi anak anak di kota Bertuah.Seharusnya ini juga penting untuk diperhatikan,”ujar Rika Parlina.
“Sikap tak peduli ini bisa kita lihat tidak adanya faktor faktor pendukung menjadi kota layak anak.Seharusnya Agung Nugroho membangun instrumen yang baik untuk menjadikan kota Pekanbaru menjadi kota layak anak.Seharusnya sebagai Walikota Pekanbaru,Agung harus memberikan dukungan kuat melalui kebijakan, regulasi (Perda/Perwali), dan konsistensi pelaksanaan program.Tapi apa yang kita lihat,tidak ada satupun hal itu yang dilakukan,”lanjutnya
Sebagai seorang yang telah cukup lama bergelut sebagai pemerhati anak dan perempuan,Rika Parlina S.H cukup sedih dengan kondisi anak anak di Kota Pekanbaru.Begitu banyak perlakuan dan prilaku tak pantas terhadap anak.Baik itu dari orang tua,sesama dan orang lain.
“Wajar saja jika saat ini anak anak kota Pekanbaru banyak berprilaku menyimpang dan kenalan remaja.Hal ini tidak hanya terjadi dilingkungan rumah, lingkungan sekitar maupun dilokasi pendidikan.Tidak adanya program jelas dari Pemko juga menjadi salah satu faktor makin maraknya prilaku menyimpang dari anak anak,”Tambah Rika Parlina
“Beberapa prilaku yang sering kita jumpai pada anak saat ini diantaranya perkelahian pelajar, bullying,Balap liar,seks menyimpang,merekok disekolah,kekerasan terhadap anak, gadget yang terkendali,LGBT bahkan ada yang terjerumus dalam penyalah gunaan narkoba.”
“Belum lagi soal pemenuhan gizi, perlindungan ekploitasi anak,kekerasan rumah tangga terhadap anak, Sekolah yang ramah anak serta tidak adanya ruang publik kreatif terhadap anak.Semua itu seharusnya menjadi perhatian kita semua terutama pemerintah kota Pekanbaru.Tak ada lagi kita lihat nilai nilai kearifan lokal dan budaya melayu yang tertanam pada diri anak kota bertuah”terang Rika Parlina SH.
“Saat ini kita mengantongi beberapa bukti nyata tentang tak adanya perhatian pemerintah Pekanbaru untuk menjadikan kota layak anak.Banyak anak anak pada jam sekolah yang merekok di warung warung saat jam sekolah.Ada juga yang terlena di warnet warnet bahkan lokasi ini juga dijadikan tempat berbuat mesum.Belum lagi soal pelajaran yang kedapatan nongkrong dilokasi lokasi gelanggang permainan(Gelper).”
“Mereka juga seperti diberikan kebebasan untuk bermain bilyar meskipun masih menggunakan seragam sekolah.Seharusnya ini jadi perhatian dan perlu tindakan nyata untuk mengatasinya,bukan cuma dalam bentuk kata kata tapi aksi konkret,terang Rika
“Memang membangun kota melalui infrastruktur sangat penting.Tapi jangan juga dilupakan anak anak sebagai aset masa depan negeri ini.Jangan sampai hanya untuk menghadirkan pujian dari pembangunan yang maju kita melupakan sesuatu yang sangat penting yakni membangun jiwa dan karakter anak,”pungkas Rika Parlina SH.
