*Purbaya bakal copot pejabat pajak, sudah tepatkah ??*

oleh -2 Dilihat
oleh

LensaKita.co.id — Langkah Purbaya Yudhi Sadewa yang dikabarkan akan mencopot dua pejabat pajak terkait investigasi restitusi memang terdengar tegas di permukaan.

Tapi kalau ditelisik lebih dalam, ini justru membuka pertanyaan yang lebih besar: apakah ini benar penegakan integritas, atau sekadar “manuver kosmetik” untuk meredam tekanan publik ?

Masalah restitusi pajak bukan perkara kecil atau baru. Ini penyakit lama dalam sistem perpajakan kita, celah yang kerap dimanfaatkan oleh oknum untuk bermain angka, mempercepat proses secara ilegal, atau bahkan “mengatur” nilai pengembalian.

Jika sekarang baru ada tindakan tegas setelah mencuat ke publik, itu menandakan ada kegagalan sistemik dalam pengawasan internal.

Mencopot dua pejabat tentu bisa jadi sinyal. Tapi sinyal saja tidak cukup. Publik berhak tahu, apa modus yang terjadi ? apakah cukup dua pejabat itu? apakah ini kasus individual atau jaringan ?.

Kalau jawabannya tidak transparan, maka pencopotan hanya akan terlihat seperti pengorbanan kecil untuk menutup masalah besar.

Lebih problematik lagi, pola seperti ini sering berulang, ketika kasus mencuat, responsnya cepat dan keras di awal, tapi menguap di tengah jalan tanpa reformasi nyata.

“Padahal akar persoalan ada pada sistem, mulai dari lemahnya audit internal, potensi konflik kepentingan, hingga budaya birokrasi yang permisif terhadap “main belakang”.

Kalau serius ingin membersihkan praktik kotor di sektor pajak, maka langkahnya tidak boleh berhenti pada pencopotan, pertama, harus ada audit menyeluruh terhadap mekanisme restitusi, kedua, digitalisasi dan transparansi proses dipercepat, ketiga, perlindungan whistleblower diperkuat, yang keempat, yang paling penting, penindakan harus menjangkau aktor intelektualnya, bukan hanya pelaksana di lapangan.

Kalau tidak, publik akan melihat ini sebagai siklus lama, kasus muncul, pejabat dicopot, lalu sistem tetap sama, menunggu skandal berikutnya. Karena pada akhirnya, yang dibutuhkan bukan sekadar “kepala yang jatuh”, tapi sistem yang benar-benar dibenahi.**

 

 

 

Sumber : *Herry Ferdinant
– Ketua Umum Aliansi Rakyat Anti Koruptor
– Aktifis 98