LensaKita.co.id —- Carut-marutnya pengelolaan pasar tradisional berbasis modern Teluk Kuantan dikeluhkan warga. Berbagai masalah mulai dari pengelolaan lapak, parkir, sampah, hingga fasilitas yang tidak layak hingga kini persolan tersebut belum terselesaikan oleh pemerintah terkait.
Salah seorang warga Teluk Kuantan, Endi (40), ketika dimintai tanggapan terkait soal diatas mengungkapkan rasa kekecewaan pada pemerintah.
Ia menilai pemerintah tidak mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakatnya. Keberadaan pasar dengan dinamika masalah yang ada dibiarkan begitu saja, tanpa melakukan perbaikan.
“Tengok sajalah jalan masuk pasar itu, bertahun-tahun tidak diaspal kalau hujan jalan berlobang, becek dan licin. Kondisi itu tentu membahayakan keselamatan warga yang melintas disitu,” ujar endi, kamis (30/04/26).
Tak sampai disitu, endi juga mengkritisi pola pengelolaan parkir yang dilakukan oleh instansi terkait dinilai tidak sepatutnya seperti di kota-kota lain.
“Masak iya bang parkir begitu, kita lagi bawah motor di gerbang pasar langsung dihadang oleh sejumlah petugas parkir dan langsung dipungut. Padahal saya kepasar itu cuman lewat dan tidak parkir. Kan aneh aja tu masak tukang parkir begitu,”keluhnya.
Kritikan serupa juga disampaikan oleh warga Teluk Kuantan lainnya, Parman (45). Pria paruh bayah ini menyoroti pengelolaan lapak pasar dinilai amburadul. Karenanya, puluhan pedagang baik itu yang memiliki kios maupun hanya lapak dikenakan beban retribusi yang sama.
“Coba abang tengok banyak pedagang itu membangun kios secara permanen, dan banyak juga pedagang di los retribusi nya kok sama, dan banyak juga mereka berjualan di los tapi retri nya kok sama. Anehkan. Ada apa ini?.
Oleh karena itu kami selaku warga meminta keseriusan pemerintah daerah untuk membenahi dan memperbaiki semua persoalan ini. Artinya, kalau fasilitas pasar memadai dan pengelolaan sudah baik tentunya pendapatan daerah juga meningkat,” ungkapnya.**
Penulis : (Ridho)
