LensaKita.co.id — Proses pemilihan suksesor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan ditunda.
Melansir media Iran International, Rabu (4/3), Fars News yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa sesi terakhir Majelis Tinggi Iran secara tatap muka untuk memilih pemimpin baru akan ditunda hingga pekan depan setelah pemakaman Khamenei.
Alasan utamanya adalah demi meningkatkan langkah-langkah keamanan. Kini, Majelis Ahli Iran mengalihkan pertemuannya ke format daring dan mengadopsi metode pemungutan suara alternatif demi keamanan dan kekhawatiran atas keselamatan para anggotanya.
Proses pemilihan pengganti Khamenei diatur dalam konstitusi Iran. Majelis Ahli yang terdiri dari 88 anggota dan dipilih oleh publik, adalah pihak yang berwenang untuk menunjuk pemimpin tertinggi baru melalui pemungutan suara. Khamenei tidak menunjuk pengganti dan menyerahkan keputusan itu kepada Majelis Ahli.
Sementara, Iran saat ini diatur oleh dewan transisi, yang dibentuk selama masa kekosongan kepemimpinan. Dewan itu terdiri dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan seorang anggota Dewan Penjaga Konstitusi (Guardian Council) Ayatollah Alireza Arafi.***
Sumber : Indonesiadefence.com
Eman Melayu
