Balas Serangan AS-Israel, Iran Hujani Israel Dengan Ribuan Rudal Kurun Waktu 24 jam

oleh -2 Dilihat
oleh
Oplus_131072

LensaKita.co.id — Ketegangan militer di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Iran meluncurkan gelombang besar serangan rudal ke wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan dalam kurun waktu 24 jam terakhir, Minggu (1/3/2026)

Serangan ini merupakan balasan langsung atas operasi udara gabungan AS-Israel yang menghantam wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Menurut laporan terbaru, pasukan Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menembakkan ribuan rudal dan drone ke berbagai arah, menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS yang tersebar di Timur Tengah.

Serangan-serangan ini terjadi setelah serangan udara yang disebut sebagai salah satu operasi militer gabungan terbesar oleh Washington dan Tel Aviv terhadap fasilitas militer di Teheran.

Mayor Jenderal Ebrahim Jabari dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan Iran telah meluncurkan hingga 1.200 rudal sebagai balasan atas AS-Israel.

“Segera setelah serangan itu, sekitar 1.200 rudal diluncurkan dari Iran ke berbagai arah,” katanya.

Oplus_131072

Menurut pernyataan resmi Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah Israel saat rudal-rudal diluncurkan dari Iran.

Sistem peringatan dini diaktifkan melalui telepon seluler, memaksa jutaan warga mencari perlindungan di bunker.

IDF menyatakan bahwa ini adalah kali ke-20 dalam 24 jam warga Israel harus mencari perlindungan karena serangan rudal.

“Untuk ke-20 kalinya dalam 24 jam terakhir, jutaan warga Israel telah mencari perlindungan di seluruh Israel dari serangan rudal Iran,” kata IDF.

Serangan-serangan tersebut terjadi setelah serangan udara gabungan AS-Israel di Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Laporan situs berita TPS Israel, Angkatan Udara Israel mengatakan jet tempurnya menjatuhkan lebih dari 1.200 bom ke sasaran di Iran selama 24 jam terakhir, yang menandakan peningkatan signifikan dalam operasi militer.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pada Minggu (1/3/2026) bahwa mereka telah melakukan serangan keenam sebagai bagian dari Operasi Janji Sejati 4.

Serangan itu sebagai balasan atas serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel sebelumnya.

IRGC mengatakan mereka menggunakan kombinasi rudal dan drone dalam serangan ini.

Iran menekankan bahwa 27 pangkalan militer AS di kawasan itu, bersama dengan pangkalan udara Tel Nof dan kompleks HaKirya di Tel Aviv, berada dalam daftar targetnya.

Iran juga menyatakan akan melanjutkan tindakan balasan dan memperingatkan akan mengambil tindakan yang lebih keras jika serangan terhadap Iran terus berlanjut.

Israel Panggil Pasukan Cadangan

Di tengah upaya militer yang sedang berlangsung melawan Iran, IDF mengumumkan telah memanggil sekitar 20.000 pasukan cadangan tambahan, terutama dari Angkatan Udara Israel, Direktorat Intelijen, Komando Front Dalam Negeri, dan Angkatan Laut Israel.

Angka ini menambah jumlah sekitar 50.000 personel cadangan yang saat ini bertugas aktif, menunjukkan bahwa Israel meningkatkan kesiapan tempurnya dalam menghadapi potensi konflik yang lebih luas.

Para pengamat meyakini bahwa peningkatan serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan AS di Teluk, bersamaan dengan pembalasan setimpal antara Teheran dan Tel Aviv, secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya konfrontasi multi-front di seluruh Timur Tengah.***

Sumber :

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

editor : Eman Melayu