LensaKita.co.id — Masyarakat merasa bahwa upeti yang diterima oleh Kapolsek Kampar Kiri Hilir dari Mafia BBM bukanlah kejadian pertama kali, Upeti sebesar Rp 35 juta tersebut membuat barang bukti kejahatan jadi hilang.
Namun hal itu adalah kejadian yang berulang di Polsek Kampar kiri hilir, Sudah sering kejadian tersebut berulang sejak Iptu Feri Ambarita memimpin di Polsek Kampar kiri hilir kabupaten Kampar Propinsi Riau.Bahkan Iptu Ambarita diduga tak segan untuk memeras masyarakat agar memberikan upeti.
Mungkin perubahan yang terjadi di Polsek Kampar Kiri Hilir ini memang sesuai arahan dari Pimpinan Iptu Ambarita.Polri yang dulu adalah pengayom dan pelindung masyarakat,kini menjadi lintah darat yang menghisap darah masyarakat.
Modus upaya penegakan hukum akan dijadikan lumbung penghasilan.Mungkin apa yang terjadi sesuai dengan statement Kapolsek bahwa dirinya menjalankan tugas sesuai arahan pimpinan dan profesional.Kejadian penerimaan upeti mungkin juga adalah arahan dari pimpinan maka Iptu Feri Ambarita tak takut untuk menjalankannya.
Kelurahan kelurahan ini disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat di Kampar Kiri Hilir.Salah satunya adalah A yang merupakan ketua pemuda terdahulu.Dirinya merupakan warga asli Kampar Kiri Hilir yang sejak lahir telah tinggal disana.
“Kami cukup miris dengan aparat penegak hukum saat ini, khususnya Polsek Kampar Kiri Hilir.Sejak di pimpin oleh Iptu Feri Ambarita kami selaku masyarakat makin ketakutan dan risau.
Personil Polsek Kampar Kiri Hilir kini bukan lagi sebagai,pelayan pelindung,dan pengayom masyarakat.Mereka seperti pemburu yang siap menerkam mangsa yang ada didepan mata.Upaya hukum yang dijalankan bukanlah untuk menegakkan keadilan tapi adalah usaha untuk memperoleh pundi pundi rupiah,”ujar A
“Beda dengan Kapolsek Kapolsek lama yang benar benar bisa dekat dengan masyarakat.Setiap menjalankan tugas terasa memang untuk menciptakan suasana kondusif.Bukan seperti saat ini, kedudukan Kapolsek yang diemban dijadikan ladang untuk memperkaya diri, Kini masyarakat merasa takut berurusan dengan Polsek,karena pasti ujung ujungnya duit,”lanjutnya
“Beberapa kejadian yang kini jadi rahasia umum diantaranya adalah penangkapan pembelian BBM untuk alat berat.
Saat itu BBM sempat disita oleh Polsek, Padahal BBM tersebut jelas jelas untuk alat berat.”Jika pun mau ditindak,kenapa mesti ada deal deal disana, Saat pengusaha alat berat menyetor duit puluhan juta,BBM tersebut dibebaskan.”
Tidak cukup sampai disana,selain kejadian soal alat berat tersebut, masyarakat Mantulik juga mengeluhkan soal tangkapan BBM oleh Polsek Kampar Kiri Hilir.BBM yang diperuntukkan bagi KUD sempat ditahan oleh Polsek.Setelah membayar lebih dari 20 juta maka baru dilepaskan dan BBM tetap ditahan.
“Dulu ada juga penahan BBM yang dibeli oleh KUD, Padahal BBM itu untuk kepentingan masyarakat banyak.Tapi Polsek tak peduli dengan alasan penegakan hukum.
Masyarakat yang takut dan tak tahu hukum tentu saja tak bisa berbuat banyak.Dari pada mereka ditahan lebih baik bayar, Setelah melalui pembicaraan maka disepakati untuk menyetor uang puluhan juta.Meskipun telah bayar,BBM tetap tak bisa dibawa pulang,”ungkapnya
“Masyarakat sebenarnya sangat butuh polisi.Sebab mereka adalah alat negara yang diberi tugas untuk melindungi masyarakat.Hanya saja jangan sampai memberikan kepercayaan pada orang orang yang bermental busuk seperti ini.Jangankan untuk melindungi,dirinya malah jadi orang yang paling menzalimi masyarakat.
Untuk itu kami berharap Polda Riau bisa lebih bijak dalam menempatkan orang orangnya.Kami juga berharap agar Kapolsek bisa dicopot dan diganti dengan orang yang lebih kompeten dan punya mental yang baik,pungkasnya.
Keluhan yang keluar dari masyarakat ini tentu adalah akumulasi dari kebencian dan sakit hati yang terpendam.Jika baru pertama kali terjadi tentu takan jadi rahasia umum soal sepak terjang Iptu Feri Ambarita yang meresahkan masyarakat.
Namun yang pasti masyarakat yakin dan percaya bahwa apa yang terjadi bukanlah sesuai arahan pimpinan seperti apa yang dikatakan oleh Kapolsek.
Dan kami berharap prilaku Kapolsek ini dapat di tindak oleh Polda Riau,Jangan Kapolsek yang buat malu insitusi polri masih berdinas di mapolsek Kampar kiri hilir,Walaupun diduga Kapolsek di backup oleh oknum AKBP yang berdinas di Polda Riau bagian warporv propam,Ungkap salah satu oknum Polisi Aktif berinisial RE.**
Penulis : AM
