Lensa kita co id — Setelah di mutasi secara merata oleh Dinss Pendidikan Kabupaten Kampar, dimana ini suatu bentuk pembugaran agar belajar mengajar bisa berjalan sebaik-baik mungkin.
Moment ini malah dimanfaatkan oleh beberapa oknum kepala sekolah untuk mencari ‘cuan’ dengan diduga terlibat berdagang lembar kerja siswa (lks).
Pantauan media ini, ada beberapa sekolah yang kini diduga terlibat perdagangan buku LKS secara sistematis, diantaranya SDN 015 Palung Raya dan juga SMPN 7 Tambang.
Para kepsek yang dinilai cukup bandel ini, rasa percaya diri, sebab oknum pemasok LKS disebut-sebut orang rink 1 atau orang dekat dengan Bupati Kampar, Ahmad Yuzar atau Wakil Bupati Kampar, H. Misharti.
Kini, dengan adanya muncul peredaran LKS , parakepsek bertanya-tanya ‘ Bingung kami pak, dibilang dinas tidak boleh tapi ada juga yang jualan,” kata kepsek yang enggan sebutkan namanya.
Terkait dengan hal ini, orangtua siswa mengatakan ditengah presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan Makanan Gratis Bergizi (MBG), oknum kepsek nakal ini malah menghisap darah orangtua siswa dengan berdagang lks.
” Kami ingin sekolah ini betul bebas dari pungutan, sebab pungli seperti buku lks sangat membebani kami,” kata orangtua siswa kepada media ini.
Bahkan, kata dia, lks dijual mereka hingga Rp165 ribu peranak, ini sudah sama dengan pemerasan” Kita minta Bupati Kampar atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar jangan hanya tinggal diam dan pura pura tidak tau kesusahan masyarakat, ” pungkas orangtua siswa.** (tim)
