LensaKita.co.id — Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) /Kodaeral II kembali terjun kelokasi terdampak bencana, Kali ini para prajurit terpanggil jiwa korsa untuk turut merasakan penderitaan masyarakat khususnya di daerah Maninjau Propinsi Sumatara Barat.
Para prajurit dengan semangat tinggi mencoba membersihkan sisa sisa lumpur dan material lainnya di SMA 1 Tanjung Raya Kecamatan Maninjau Kabupaten Agam, Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu (3/1/2026).
Prajurit Yonmarhanlan II yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam II (Satgas Gulbencal) kodaeral II memilih lokasi ini dalam rangka memberikan ketenangan bagi para siswa untuk fokus kembali belajar.Apalagi para siswa akan segera kembali memasuki bangku sekolah setelah berapa lama libur.
Yonmarhanlan II sadar bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh generasi muda yang kini sedang berjuang dalam menuntut ilmu, Kebesaran bangsa ini harus terus dilanjutkan oleh para siswa ini,untuk itu segala yang mengganggu kelancaran harus segera dituntaskan.

Tetesan keringat yang membanjir tubuh para prajurit tak mampu menggoyahkan tekad untuk segera menyelesaikan tugas.”Tekad bulat untuk segera menghapus air mata dan meringankan beban rakyat terpatri dalam setiap diri personil.
Bagi mereka perjuangan menghadirkan senyum rakyat lebih berat dari pada menghadapi musuh.Derita rakyat adalah derita Yonmarhanlan II dan senyum rakyat adalah senyum Yonmarhanlan II.
Komandan Yonmarhanlan/Kodaeral II Letkol Mar. Afrison Taufik menyampaikan bahwa pengerahan prajurit di bawah Satgas Gulbencal kodaeral II merupakan wujud kesiapsiagaan dan respon cepat Korps Marinir dalam menghadapi situasi darurat bencana alam. Prajurit Yonmarhanlan II memberikan dukung moril pada warga agar tetap tabah kuat dan semangat dalam menghadapi musibah.
“Prajurit adalah anak yang lahir dari rahim rakyat, Sebagai anak tentu takan bisa melihat ibu Pertiwi menghadapi musibah.Air air mata rakyat harus diobati dengan coba memperbaiki segala kerusakan akibat bencana.
“Kita sadar bahwa bencana bukanlah satu keinginan, Namun yang bisa kita lakukan adalah bagaimana mengatasi dan juga membersihkan semua sisa sisa bencana yang ada.
Memang kerusakan yang ada tak bisa dihindari,tapi yang terpenting bagaimana memberikan semangat moril pada para korban untuk tidak larut dalam kesedihan,”ujar Letkol Mar. Afrison Taufik.
“Kehadiran kami ini juga bentuk nyata pemerintah selalu ada ditengah tengah masyarakat, Yonmarhanlan hadir disini merupakan respon cepat dari Presiden Prabowo Subianto melalui arahan pada Satgas Gulbencal kodaeral II.
Pemerintah takan pernah membiarkan masyarakat sendirian dalam menghadapi bencana, Sebagai prajurit yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah maka kehadiran kami adalah sebuah kewajiban dan juga sumpah kami yang akan melindungi seluruh tumpah darah dan ibu Pertiwi.”tambah Letkol Mar.Afrison Taufik
“Kami sadar bahwa dalam waktu dekat anak anak harapan bangsa akan kembali mengikuti pembelajaran, Untuk itu pembersihan lingkungan sekolah adalah hal yang harus dilakukan.
Dengan kondisi sekolah yang baik maka anak anak akan bisa fokus dalam belajar, Sebagai aset dan harapan besar bangsa maka kebesaran bangsa ini akan berada di pundak para siswa ini.Memang beban moril akan tetap ada,namun kami yakin dengan mencoba hadir disini akan sedikit banyak bisa mengurangi beban tersebut, tambah Letkol Mar.Afrison
Komandan Yonmarhanlan II juga menyampaikan bahwa para prajurit Yonmarhanlan II akan selalu hadir dalam setiap persoalan yang dihadapi bangsa ini terutama dalam mengatasi bencana.Para prajurit takan pernah meninggalkan masyarakat menghadapi apapun persoalan.
Yonmarhanlan adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat jadi persoalan masyarakat adalah persoalan prajurit, Mereka tidak akan ragu untuk diterjunkan dimana pun asal bisa memberikan rasa aman dan nyaman serta mengurangi beban derita rakyat.***
Penulis : Redaksi
Editor : Yulisman
