Lensa kita co.id — Terkait viralnya penerimaan siswa baru, kepala sekolah Maisal Amri spd Undang masyarakat berdiskusi di Ruang labor IPA SMPN 07 di jalan bupati desa Kualu Kecematan tambang Kabupaten Kampar Propinsi Riau pada 17/07/2025 sekitar pukul 09:30 Wib.
Dalam penerimaan siswa baru di SMP negeri 07 jalan bupati banyak masyarakat yang tidak puas dengan penerimaan siswa baru,sebab dalam sistim sekarang banyak masyarakat Tempatan tidak di terima dan menyalahkan pihak sekolah khusunya kepala sekolah.
Dalam pertemuan dengan masyarakat yang langsung di pantau awak media lensakita.co.id yang anaknya tidak diterima disekolah yang di fasilitasi di sebuah ruangan SMP negeri 07 Kecematan tambang kepala sekolah Maisal Amri Spd menyampaikan bahwa pihak sekolah tidak pernah menolak atau tidak menerima anak untuk bersekolah di SMP negeri 07,Sebab penerimaan siswa secara online itu semua hanya sistem yang bekerja bukan kami pihak sekolah.
Selanjutnya Maisal Amri spd yang didampingi oleh pengawas dari dinas pendidikan. Kabupaten Kampar juga menegaskan bahwa saat aksi masyarakat yang menyampaikan kepala sekolah kabur dan tidak mau menemui kami masyarakat yang anaknya tidak terima dan langsung viral di media sosial.
Maisal Amri spd sangat mengecewakan sikap dari para masyarakat.sebab saat kejadian saya tidak di sekolah ,saya lagi di dinas pendidikan di Kampar dan di hari selanjutnya saya juga ada rapat di Bangkinang terkait makan gratis untuk siswa SMP negeri 07 yang akan di pusatkan dapur masak di Danau bingkuang,Ungkapnya.
Jadi apa yang disangkakan ke saya sebagai kepala sekolah itu semua tidak benar, Maisal Amri spd dengan tegas lebih baik selamatkan 728 siswa dari pada menemui ibu dan bapak bapak yang komplin anak nya tidak di terima di sekolah SMP negeri 07,Kesalnya.
Selanjutnya Maisal Amri spd juga menyampaikan dengan lantang bahwa anak anak yang tidak di terima di SMP negeri 07 kan masih banyak sekolah yang masi terbuka seperti SMP negeri 03 didekat kantor desa ,saat ini tidak ada ruang untuk menampung siswa siswa yang tidak di terima di SMP negeri 07.
Kalau saya paksakan anak anak ibu dan bapak bapak di dudukan dimana ? Karena batas ruangan hanya menampung 35 siswa di setiap lokalnya dan itu semua sudah sistim dan aturan yang saya jalani dari dinas pendidikan.
Dan dengan tegas Maisal Amri menyampaikan bahwa tidak ada kami pihak sekolah menolak atau tidak menerima anak anak bapak dan ibu bersekolah di SMP negeri 07 itu semua sistem yang bekerja.Tutupnya.**
Penulis : Eman Melayu
