64 Jam Gelap Gulita! Bintan Lumpuh Diterjang Blackout, Warga Krisis Air Bersih dan Sinyal

oleh -21 Dilihat
oleh
Oplus_131072

LensaKita.co.id — Memasuki hari ketiga, krisis listrik alias blackout total masih melumpuhkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bintan hingga Rabu (14/10/2026) pagi. Pemadaman berkepanjangan yang telah memakan waktu hingga lebih dari 64 jam ini tidak hanya membuat aktivitas keseharian warga terhenti, tetapi juga memicu krisis air bersih dan putusnya jaringan komunikasi.

Sejak sistem kelistrikan anjlok pada Senin (12/10/2026), aliran listrik di beberapa kawasan Bintan dilaporkan belum menyala sama sekali. Mesin air yang tak bisa beroperasi memaksa warga yang memiliki sumur untuk menimba air secara manual demi menyambung kebutuhan dasar sehari-hari. Selain itu, hilangnya sinyal telekomunikasi membuat warga kesulitan bertukar kabar.

“Ini masuk hari ketiga. Dari Senin itu belum ada hidup sama sekali. Air mati. Sebagian warga yang ada sumur mereka nimba air. Sinyal susah juga. Saya enggak bisa hubungi keluarga di sana. Mereka bisa kasih kabar karena numpang-numpang atau pas ke Tanjungpinang,” keluh salah seorang warga, Rabu (14/10/2026).

Kondisi di wilayah Bintan dilaporkan lebih parah dibandingkan kawasan Tanjungpinang yang sudah mulai mendapatkan pasokan listrik bergilir setiap enam jam. Secara sistematis, Kabupaten Bintan memang sangat bergantung pada sistem interkoneksi suplai tenaga listrik dari PLN Batam yang saat ini tengah bermasalah.

Sebelumnya, PLN Batam menduga bahwa pemicu awal gangguan transmisi ini bermula dari Gardu Induk Sei Harapan, Batam, akibat masuknya hewan liar ke area instalasi kelistrikan.

Meski PLN mengklaim proses pemulihan sistem dari pembangkit hingga jaringan distribusi terus dilakukan secara bertahap, pasokan listrik nyatanya belum menyentuh seluruh wilayah Bintan secara merata.**

 

 

Sumber : @Melihat_Indo