LensaKita.co.id — Nasib memprihatinkan kini tengah menimpa jajaran relawan dan petugas Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Di tengah perjuangan berat menembus kepungan asap pekat dan menjinakkan kobaran api, para garda terdepan penanggulangan bencana ini terpaksa menelan pil pahit lantaran honor mereka urung dibayarkan selama hampir dua bulan terakhir.
Kondisi ironis ini sontak memantik perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arief M. Norkim, langsung turun ke lapangan untuk berdialog dan menyerap keluhan para pahlawan lingkungan tersebut.
Dalam pertemuan emosional itu, para relawan menumpahkan kekecewaan mereka atas hak yang tak kunjung turun. Mereka mempertanyakan keadilan dan kejelasan nasib, mengingat tugas penanganan karhutla memiliki risiko kecelakaan kerja yang sangat tinggi dan mengancam keselamatan jiwa setiap saat.
Merespons jeritan para relawan, DPRD Kota Palangka Raya secara tegas mendesak instansi pemerintah dan pihak terkait untuk tidak tutup mata. Pihak legislatif menuntut transparansi anggaran dan meminta realisasi pencairan honor dilakukan sesegera mungkin.
Penundaan hak ini dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, demi menjaga moril dan memastikan kebutuhan operasional serta kesejahteraan dapur para petugas tetap terpenuhi.**
Sumber : @Melihat_Indo

