LensaKita.co.id –– Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) untuk 2027 akhirnya ditetapkan di angka Rp240,2 triliun. Besaran ini disetujui Komisi IX DPR RI dalam rapat bersama BGN dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kamis (17/9/2026).
Besarnya anggaran tersebut kembali menjadi sorotan karena sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyebut ruang efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terbuka lebar.
Saat menjabat Menteri Keuangan, Purbaya mengatakan anggaran MBG yang sebelumnya sekitar Rp330 triliun telah beberapa kali diefisienkan hingga berada di kisaran Rp240 triliun. Ia bahkan menyebut anggaran tersebut masih mungkin ditekan hingga di bawah Rp200 triliun.
“MBG kan anggaran tahun ini awalnya Rp330 triliun, terus dilakukan efisiensi menjadi Rp260-an (triliun), terus menjadi Rp240-an (triliun). Tapi saya bicara dengan ketua MBG yang baru, kepala badan MBG yang baru, sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp200-an (triliun),” ujar Purbaya pada 3 September 2026.
Namun, pagu BGN 2027 yang akhirnya disepakati DPR tetap berada di angka Rp240,2 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp232,9 triliun dialokasikan untuk program pemenuhan gizi nasional, sementara sekitar Rp7,3 triliun untuk dukungan manajemen.
Khusus program MBG, BGN mengalokasikan sekitar Rp232,5 triliun, atau hampir seluruh anggaran pemenuhan gizi nasional.
Kepala BGN Sudaryono memastikan penggunaan anggaran akan tetap mengedepankan efisiensi. BGN juga menyatakan akan memperkuat kualitas layanan, tata kelola, serta memperluas jangkauan penerima manfaat agar pelaksanaan MBG berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dengan demikian, angka Rp240,2 triliun menjadi pagu yang disetujui untuk BGN pada 2027, sementara gagasan efisiensi hingga di bawah Rp200 triliun sebelumnya merupakan pernyataan Purbaya terkait peluang penghematan anggaran MBG.**
Sumber : @Melihat_Indo

