416 Peserta Ikuti Pelatihan BCKS Jabar, Kadisdik Purwanto: Harus Ada Perubahan Nyata di Sekolah

oleh -40 Dilihat
oleh

Lensa Kita.co.id — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) tidak boleh berhenti pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan semata.

Pelatihan tersebut harus mampu melahirkan perubahan nyata di lingkungan sekolah, terutama dalam penguatan kepemimpinan, pengelolaan satuan pendidikan, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Pesan itu disampaikan Purwanto saat memberikan arahan kepada peserta Pelatihan BCKS Provinsi Jawa Barat yang digelar di BBGTK Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (21/8/2026).

Sebanyak 416 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB, mengikuti pelatihan tersebut.

Purwanto menekankan, posisi kepala sekolah bukan sekadar jabatan administratif. Seorang kepala sekolah dituntut mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang dapat membaca persoalan di sekolah, menggerakkan guru dan tenaga kependidikan, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi peserta didik.

“Dari pengetahuan menjadi pengalaman. Dari pengalaman menjadi kesadaran. Dari kesadaran menjadi aksi,” demikian pesan yang ditekankan dalam pelatihan tersebut.

Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan harus diterjemahkan menjadi pengalaman di lapangan. Dari pengalaman itulah kemudian tumbuh kesadaran untuk melakukan perbaikan dan diwujudkan dalam bentuk aksi nyata.

Menariknya, sebagian peserta dari jenjang SMA, SMK, dan SLB bukan lagi sekadar bakal calon kepala sekolah. Mereka telah dilantik sebagai kepala sekolah oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 29 Oktober 2025.

Pelatihan ini pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali kapasitas kepemimpinan mereka, sekaligus membekali para peserta dengan perspektif dan keterampilan yang relevan dalam menghadapi dinamika pendidikan di sekolah.

Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan dan berasal dari berbagai jenjang, pelatihan BCKS diharapkan tidak hanya menghasilkan calon maupun kepala sekolah yang memahami teori kepemimpinan, tetapi juga sosok pemimpin yang mampu mengubah budaya sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menghadirkan pelayanan pendidikan yang semakin baik.

Bagi Disdik Jabar, kepemimpinan sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong transformasi pendidikan. Karena itu, hasil pelatihan harus terlihat dalam praktik, bukan sekadar tersimpan dalam catatan atau sertifikat.

. Pengetahuan harus dipraktikkan Pengalaman harus menjadi pembelajaran, Kesadaran harus melahirkan, keberanian untuk bergerak. Dan aksi harus menghadirkan perubahan nyata bagi sekolah serta peserta didik.

Dengan semangat tersebut, 416 peserta Pelatihan BCKS Jabar diharapkan mampu kembali ke sekolah masing-masing dengan membawa gagasan, energi, dan komitmen baru untuk menciptakan perubahan yang berdampak.

Dari pemimpin sekolah, lahir perubahan, Dari perubahan di sekolah, lahir masa depan pendidikan Jawa Barat.

 

Tim ( Jabar )