*Adrianus Garru: Gempa NTT Harus Jadi Momentum Memperkuat Kesiapsiagaan dan Solidaritas*

oleh -33 Dilihat
oleh
Oplus_131072

LensaKita.co.id — Gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menjadi pengingat bahwa masyarakat di daerah tersebut harus memiliki kesiapsiagaan yang kuat dalam menghadapi bencana.

Tokoh muda Nasional asal NTT, Adrianus Garru, mengatakan penanganan gempa tidak boleh berhenti pada respons setelah bencana terjadi. Menurutnya, mitigasi dan edukasi kebencanaan harus menjadi agenda berkelanjutan pemerintah bersama masyarakat.

“Gempa adalah bencana yang tidak bisa kita prediksi secara pasti kapan akan terjadi. Karena itu, yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujar Adrianus.

Ia menilai pemerintah daerah perlu memastikan kesiapan infrastruktur, jalur evakuasi, fasilitas kesehatan, tempat pengungsian, serta sistem komunikasi darurat. Bangunan publik seperti sekolah dan rumah sakit juga harus mendapatkan perhatian khusus agar memiliki standar keamanan yang memadai.

“Jangan sampai kita baru berbicara tentang mitigasi setelah terjadi korban. Pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan jauh sebelum bencana terjadi,” tegasnya.

Adrianus juga mendorong agar edukasi kebencanaan diperkuat hingga tingkat keluarga dan sekolah. Masyarakat perlu mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika gempa terjadi, termasuk bagaimana menyelamatkan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi ketika terjadi bencana. Menurutnya, penyebaran hoaks dan informasi yang tidak bertanggung jawab dapat memperbesar kepanikan.

“Dalam situasi bencana, ketenangan dan informasi yang benar sangat penting. Masyarakat harus mengikuti informasi resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas sumbernya,” katanya.

Adrianus berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat memperkuat koordinasi dalam penanganan bencana di NTT. Kapasitas BPBD, relawan, tenaga kesehatan, hingga perangkat desa menurutnya perlu terus ditingkatkan.

Ia juga mengajak masyarakat NTT untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong. “NTT memiliki kekuatan besar dalam solidaritas masyarakat. Ketika bencana datang, kita harus saling membantu. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa sendirian,” ujarnya.

Menurut Adrianus, bencana harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem mitigasi di NTT. Pembangunan daerah, kata dia, harus berjalan seiring dengan pembangunan ketangguhan masyarakat terhadap bencana.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kita ingin NTT tidak hanya maju secara ekonomi dan pembangunan, tetapi juga menjadi daerah yang tangguh menghadapi bencana,” tegasnya.**