LensaKita.co.id –– Menanggapi pemberitaan yang beredar dengan narasi bahwa Aulia Hospital mengabaikan pasien pasca melahirkan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), manajemen Aulia Hospital menyampaikan klarifikasi resmi pada Senin (29/6/2026).
Pihak rumah sakit menegaskan informasi yang beredar tidak menggambarkan kronologi pelayanan secara utuh dan belum memuat penjelasan dari pihak rumah sakit.
Direktur Aulia Hospital, dr. Marissa Alfian, menegaskan bahwa pasien langsung mendapatkan penanganan sejak tiba di IGD. Tim triase segera mengarahkan pasien ke ruang Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga dan bidan.
“Informasi yang menyebut pasien diabaikan tentu kami luruskan. Sejak pasien tiba, tenaga medis langsung melakukan triase, pemeriksaan, serta memberikan penanganan sesuai kondisi medis pasien. Keselamatan pasien selalu menjadi prioritas utama kami,” ujar dr. Marissa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kondisi umum pasien saat itu dalam keadaan stabil. Tanda-tanda vital berada dalam batas normal, kontraksi rahim adekuat, plasenta telah lahir lengkap, serta perdarahan pasca persalinan masih dalam batas normal. Atas dasar hasil pemeriksaan tersebut, dokter menyarankan agar pasien menjalani observasi dan tidak melakukan aktivitas maupun perjalanan jauh karena baru saja menjalani proses persalinan.
Dr. Marissa menjelaskan, selama proses pelayanan dokter juga telah beberapa kali memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi pasien serta pentingnya observasi lanjutan.
Selain itu, keluarga juga diminta menyelesaikan proses administrasi pendaftaran agar pemeriksaan penunjang dan rencana pelayanan berikutnya dapat dilakukan sesuai prosedur rumah sakit.
Sementara itu, Humas Aulia Hospital, Yossi, mengatakan pihaknya menghormati kebebasan pers sebagai bagian dari penyampaian informasi kepada masyarakat. Namun demikian, pihak rumah sakit menyayangkan pemberitaan telah dipublikasikan sebelum hak jawab dari Aulia Hospital diperoleh.
“Kami menghormati tugas jurnalistik dan terbuka terhadap kritik maupun masukan. Namun saat menerima konfirmasi dari tim media, kami masih melakukan penelusuran data dan memastikan kronologis kejadian agar keterangan yang disampaikan akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, kami berharap media memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk menyampaikan hak jawab sebelum berita dipublikasikan, sehingga prinsip keberimbangan tetap terjaga dan masyarakat memperoleh informasi yang utuh,” ujar Yossi.
Ia menambahkan, Aulia Hospital tetap membuka ruang komunikasi dengan pasien maupun keluarga apabila masih diperlukan penjelasan lebih lanjut mengenai pelayanan yang telah diberikan,tutupnya.
Namun Disisi Lain, Keluarga korban berinisial PG juga menyampaikan terkait tanggapan dari rumah sakit Aulia tersebut bahwa sudah disuruh di rawat.Sedangkan Dr saat itu menyampaikan udah observasi tidak usah di rawat, Aneh ya!.
Namun keluarga pasien juga tidak memperpanjang permasalah lagi terkait hal tersebut” Biar tuhan Yang balas mana yang benar dan yang salah” yang penting saat ini keluarga sudah mulai membaik.**
