LensaKita.co.id — Di bulan puasa tak menyurut mafia tambang dan pekerja penambangan emas tanpa izin (Peti) Stingkai beraksi menggasak tebing – tebing dialiran sungai kuantan demi untuk memenuhi pundi-pundi rupiah. Di desa pulau bayur, kecamatan Cerenti, aktifitas peti stingkai semakin menggila. Sabtu (21/02/2026)
Dari pantauan Media ini di Pulau Bayur, terdapat sekitar 50 rakit stinkai yang sedang beroperasi. Informasi dari warga yang tidak mau disebutkan namanya ini, bukan rakit stinkai saja yang berpotensi, Dompeng berbetuk kapal juga ada 10 unit beroperasi dilokasi tersebut,”jelasnya.

Ia sangat kwatir tebing sungai akan ambruk, dan apabila tiba musim hujan nanti tentunya debit air sangat kuat menghantam tebing. Tentunya akan terkikis sudut tebing diakibatkan oleh mereka yang mencari keuntungan pribadinya. Tanpa memikirkan dampak dan resiko yang akan menimpa warga yang bermukim di pinggiran kuantan,”ucapnya.
Untuk itu dirinya berharap kepada bapak Kapolri dan Kapolda Riau untuk menindak tegas pelaku Peti tanpa izin di Desa Pulau Bayur.
Pada tahun 2025 yang silam tragedi mencekam itu tidak membuat para mafia tambang jerah, seakan-akan mereka menganggap maklumat dari Kapolda Riau tidak lagi melakukan aktivitas peti di zona terlarang seperti di aliran sungai kuantan,”ucap narasumber yang enggan disebutkan namanya itu.**
Penulis : (RM)
