Menjaga Kepemimpinan Presiden di Tengah Tekanan Global dan Dinamika Politik

oleh -40 Dilihat
oleh

LensaKita.co.id — Dinamika global yang ditandai oleh ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, serta perubahan konstelasi kekuatan internasional menuntut setiap negara memiliki kepemimpinan nasional yang kuat dan stabil. Dalam situasi seperti ini, Indonesia membutuhkan kepemimpinan Presiden yang tidak hanya legitimate secara konstitusional, tetapi juga didukung secara politik dan sosial oleh seluruh elemen bangsa.

Presiden Republik Indonesia memegang peran strategis sebagai penentu arah kebijakan nasional sekaligus simbol persatuan. Berbagai keputusan yang diambil pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, keberlanjutan pembangunan, dan posisi Indonesia di kancah global menunjukkan orientasi kepemimpinan yang berpijak pada kepentingan jangka panjang bangsa. Tidak semua kebijakan tersebut populer, namun justru di situlah esensi kepemimpinan diuji.

Dalam demokrasi, kritik adalah keniscayaan dan bahkan kebutuhan. Namun, kritik yang sehat seharusnya memperkuat tata kelola pemerintahan, bukan berubah menjadi upaya sistematis untuk mendelegitimasi kepemimpinan yang sah. Ketika ruang publik dipenuhi narasi yang mengaburkan batas antara kritik konstruktif dan kegaduhan politik, yang terancam bukan hanya wibawa Presiden, tetapi stabilitas nasional secara keseluruhan.

Presiden telah menunjukkan konsistensi dalam menjaga keseimbangan antara keterbukaan demokrasi dan ketegasan pemerintahan. Sikap ini penting agar negara tidak terjebak dalam tarik-menarik kepentingan politik jangka pendek yang justru melemahkan kapasitas negara dalam menghadapi tantangan global yang nyata dan mendesak.

Dukungan terhadap Presiden tidak boleh dimaknai sebagai penolakan terhadap kritik. Sebaliknya, dukungan merupakan komitmen kolektif untuk menjaga arah besar bangsa, sementara kritik tetap diarahkan secara rasional, berbasis data, dan berorientasi pada solusi.

Demokrasi yang matang bukan diukur dari kerasnya pertentangan, melainkan dari kemampuannya menjaga stabilitas sambil terus melakukan koreksi.

Pada akhirnya, negara tidak boleh dikendalikan oleh kegaduhan. Di tengah tekanan global dan dinamika politik domestik, Indonesia membutuhkan kepemimpinan Presiden yang dijaga dan diperkuat, bukan digoyahkan. Stabilitas hari ini adalah fondasi bagi masa depan bangsa.**

 

 

 

Sumber : **Sayed Junaidi Rizaldi
Ketua Umum Ikatan Alumni UPN Veteran Jakarta periode 2025 – 2030.