BOBROK! Setiap Bulan Minimal 4 Kali Mati Lampu, Warga Manunggal Jaya Rimbo Panjang Muak Layanan PLN

oleh -20 Dilihat
oleh

Lensakita.co.id — Kesabaran warga Perumahan Manunggal Jaya, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kampar, benar-benar sudah habis. Pasalnya, krisis listrik bukan lagi kejadian insidentil, melainkan sudah menjadi agenda rutin yang menyengsarakan warga.

Faktanya, *setiap bulan, minimal 4 kali listrik padam.* Itu bukan data satu bulan terakhir, tapi sudah menjadi pola tetap bertahun-tahun. Paling parah, jika hujan turun, meski hanya gerimis dan petir kecil, listrik dipastikan langsung padam berjam-jam tanpa kejelasan.

“Jangan dibilang satu bulan terakhir, Pak. Ini SETIAP BULAN minimal 4 kali mati lampu. Sudah jadi langganan tetap. Kalau sudah hujan, petir sedikit, cetak! Langsung padam berjam-jam. Sampai bosan kami mengadu,” semprot salah seorang warga dengan nada kesal kepada http://Lensakita.co.id, Senin (29/10/2026).

*Layanan Gagal Total? Warga Tuding Alat Tak Sesuai Standar*

Warga menilai ada dua kemungkinan bobroknya layanan ini. Pertama, pelayanan PLN yang memang tidak beres dan tidak profesional. Kedua, ada dugaan instalasi dan peralatan yang dipasang di perumahan tidak sesuai standar teknis, sehingga sangat rapuh terhadap cuaca.

“Ini pertanyaan besar kami: Ini PLN-nya yang tidak beres kerjanya, atau memang alat yang dipasang di perumahan kami yang asal-asalan dan tidak SNI? Masa petir kecil saja langsung KO berjam-jam. Ini gardu apa kerupuk?” tegas warga lainnya kepada http://Lensakita.co.id.

Warga menyebut, setiap kali melapor ke Contact Center 123 atau petugas lapangan, jawaban yang diterima selalu template: “Sedang dalam perbaikan, ada gangguan jaringan”. Namun tidak pernah ada perbaikan permanen.

“Kami bayar, bukan gratis. Listrik ini kebutuhan vital. Tapi pelayanan seperti minta-minta. Kalau begini terus, untuk apa ada PLN? Mending pakai lilin saja,” cecarnya.

*Warga Rugi, Usaha Lumpuh, Tagihan Tetap Jalan*

Akibat pemadaman rutin ini, warga terus merugi. Kulkas mati, makanan basi, usaha UMKM laundry, warung, dan konter HP lumpuh total. Anak-anak pun menjerit kepanasan dan tidak bisa belajar di malam hari.

Ironisnya, di tengah penderitaan warga, tagihan listrik dan denda keterlambatan tetap berjalan lancar tanpa toleransi.

“Kami dituntut disiplin bayar. Tapi PLN tidak disiplin memberikan pelayanan. Ini tidak adil dan zalim,” tambah warga.

*Lensakita.co.id Desak PLN UID Riau Bertanggung Jawab*

http://Lensakita.co.id mendesak Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau serta Manager PLN ULP Garuda Sakti untuk tidak tutup mata dan segera turun langsung ke Perumahan Manunggal Jaya, Rimbo Panjang.

Publik menuntut audit menyeluruh terhadap jaringan, gardu distribusi, dan instalasi di perumahan tersebut. Jika terbukti ada instalasi yang tidak sesuai standar, pengembang dan PLN wajib bertanggung jawab.

Hingga berita ini dipublish, pihak PLN belum memberikan keterangan resmi. Redaksi http://Lensakita.co.id masih membuka ruang hak jawab sesuai UU Pers No.40 Tahun 1999.

Jika dalam waktu dekat tidak ada perbaikan nyata, warga mengancam akan menggelar aksi protes bersama ke kantor PLN dan melaporkan pelayanan buruk ini ke Ombudsman RI Perwakilan Riau.

*Reporter: Yan/ Tim Investigasi http://Lensakita.co.id | Rimbo Panjang*