Jangan Tutupi Kebohongan!” DPR Gertak Kalapas, Skandal Kulkas hingga Hilangnya CCTV di Lapas Cibinong Terbongkar

oleh -31 Dilihat
oleh
Oplus_131072

LensaKita.co.id –– Skandal fasilitas mewah di balik jeruji besi kembali meledak! Keberadaan kulkas, sofa empuk, hingga hilangnya kamera pengawas (CCTV) di area vital sukses membongkar dugaan praktik ‘kamar VIP’ di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong. Temuan mengejutkan dari hasil inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman RI ini sontak memicu amarah besar di Gedung Senayan.

Merespons skandal tersebut, Komisi XIII DPR RI langsung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung panas bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pada Senin (28/9/2026). Rapat yang awalnya diagendakan untuk klarifikasi ini berubah menjadi panggung penghakiman bagi pihak lapas.

Dalam forum tersebut, cecaran tajam tanpa ampun langsung diarahkan kepada Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto. Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, memborbardir Kalapas dengan pertanyaan terkait keberadaan barang-barang tak wajar seperti figura, kulkas, hingga sofa yang tak seharusnya berada di dalam sel tahanan.

Kegeraman Yanuar memuncak ketika menyoroti sistem keamanan lapas yang dinilai sengaja dibuat buta. Ia mempertanyakan ketiadaan CCTV di sejumlah titik krusial yang seharusnya menjadi instrumen utama untuk memantau aktivitas dan lalu lintas orang di dalam penjara.

“Jangan tutupi kebohongan dengan kebohongan!” tembak Yanuar dengan nada tinggi. Ia mendesak pihak lapas untuk segera menghentikan alibi dan memberikan penjelasan yang transparan kepada publik tanpa ada yang ditutup-tutupi.

RDP yang berlangsung tegang ini menjadi bukti nyata manuver keras DPR RI dalam menindaklanjuti temuan Ombudsman. Langkah ini ditegaskan sebagai ultimatum sekaligus upaya “sapu bersih” untuk membasmi praktik penyimpangan, serta menuntut akuntabilitas total di seluruh lembaga pemasyarakatan di Indonesia.**

 

 

Sumber : @Melihat_Indo