LensaKita.co.id — Densus 88 Antiteror Polri bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat kolaborasi dalam melindungi generasi muda di era digital melalui pendekatan literasi digital, perlindungan anak, dan penguatan ketahanan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam bedah buku Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital di Jakarta, Rabu (20/5).
Dalam diskusi menegaskan bahwa perlindungan generasi muda harus dilakukan secara kolaboratif, berbasis edukasi, dukungan lingkungan, pendekatan ilmiah, dan penguatan ketahanan masyarakat demi menciptakan masa depan yang aman di era digital.

“Anak perlu dipahami sebagai pihak yang harus dilindungi dan diperkuat ketahanannya.
Karena itu, penguatan literasi digital, lingkungan sosial yang sehat, dan keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan,” ucap Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K.**
Sumber : X Humas Polri
Eman melayu
