Pekanbaru(lensakita.com) – Komandan Kodim 0301/Pekanbaru Kolonel Inf Ikhsanuddin, S.Sos., M.M. menghadiri Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi TA 2026 dengan tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju” yang dilaksanakan di Lapangan Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Jl. Mayor Ali Rasyid, Kelurahan Kota Tinggi, Kecamatan Pekanbaru Kota, Jumat (13/02/2026).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Agus Hadi Waluyo selaku Inspektur Upacara, dengan Komandan Upacara Dandenpom 1/3 Pekanbaru Letkol CPM V. Kristian Barus. Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Riau dan jajaran TNI-Polri, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Polda Riau, Lanud RSN, Lanal Dumai, Kejati Riau, BIN Daerah Riau, serta para pejabat utama Kodam XIX/TT dan Dandim jajaran Korem 031/WB.
Dalam amanat yang dibacakan Pangdam XIX/TT, Panglima TNI Agus Subiyanto menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi setiap tahun merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, serta profesionalisme prajurit dan PNS TNI.
Ditekankan bahwa pelaksanaan operasi tahun 2026 harus terus dikembangkan melalui pendekatan edukatif, karena esensinya bukan semata penindakan, melainkan proses lanjutan dari upaya pencegahan sekaligus penyelesaian pelanggaran hukum di lingkungan TNI.
Berdasarkan laporan tahun 2025, terjadi penurunan jumlah pelanggaran dibandingkan tahun sebelumnya. Operasi Gaktib menurun dari 456 pelanggaran menjadi 432 pelanggaran (turun 5,62 persen), sementara Operasi Yustisi turun dari 925 perkara menjadi 549 perkara (turun 40,64 persen). Capaian tersebut menunjukkan kemajuan positif, namun tetap memerlukan konsistensi pembinaan disiplin dan penegakan hukum.
Panglima TNI juga menekankan kepada seluruh prajurit Polisi Militer agar terus meningkatkan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, termasuk dalam pencegahan dan penindakan kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang berpotensi merusak citra TNI.
Modernisasi sarana dan prasarana teknologi informasi harus dioptimalkan guna mempercepat penanganan perkara secara profesional dan transparan.
Selain itu, prajurit Polisi Militer dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki mental ideologi yang kuat serta pemahaman hukum yang luas. Sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya harus terus dibangun guna menghindari gesekan di lapangan.
Sebagai penekanan, Panglima TNI mengingatkan seluruh prajurit Polisi Militer untuk Bekerja dengan niat ibadah, loyal, tulus, dan ikhlas.
Memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI, Responsif terhadap perkembangan situasi melalui deteksi dini dan reaksi cepat.
Solid, kompak, integratif, serta menjaga kepercayaan rakyat tanpa tindakan arogansi, Kreatif dan inovatif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
Adaptif dan fleksibel dalam pelaksanaan tugas di tengah masyarakat.
Kehadiran Dandim 0301/Pekanbaru dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen satuan jajaran Korem 031/WB dalam mendukung penegakan disiplin, hukum, serta profesionalisme prajurit demi terwujudnya TNI yang prima dan semakin dicintai rakyat.
