Gagal Tragis Ke Final FIFA Asean Cup 2026 Timnas Malaysia Fitnah Indonesia

oleh -25 Dilihat
oleh
Oplus_131072

LensaKita.co.id — Drama perebutan tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Malaysia berakhir dengan kejutan hingga menit-menit terakhir. Malaysia sebenarnya mampu meraih kemenangan besar 6-0 atas Singapura di Bandung, tetapi hasil tersebut ternyata belum cukup untuk membawa Harimau Malaya ke partai puncak.

Di saat Malaysia sedang merayakan kemenangan besar, Timnas Indonesia masih bertanding melawan Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Skuad Garuda akhirnya menang telak 9-2 dan mencetak dua gol tambahan pada masa injury time yang membuat posisi Indonesia kembali berada di atas Malaysia.

Kondisi tersebut kemudian membuat perhatian dari sebagian publik Malaysia beralih kepada pertandingan Indonesia. Salah satu yang menjadi pembahasan adalah perubahan waktu tambahan babak kedua dalam laga Indonesia kontra Bangladesh.

Dalam pertandingan tersebut, waktu tambahan awalnya ditampilkan dua menit. Namun, kemudian tambahan waktu berubah menjadi tujuh menit. Situasi ini mendapat sorotan dari media Malaysia dan memicu perdebatan di media sosial, terutama karena Indonesia mencetak gol pada menit-menit tambahan.

Media Malaysia Berita Metro mempertanyakan perubahan tersebut dan menyoroti fakta bahwa Indonesia mampu mencetak dua gol pada masa tambahan. Salah satunya adalah gol Mitchell Baker yang tercipta pada menit ke-97.

Sejumlah komentar warganet Malaysia kemudian mempertanyakan mengapa tambahan waktu bisa berubah dari dua menjadi tujuh menit. Perdebatan tersebut berkembang di media sosial setelah Malaysia gagal melaju ke final meskipun sudah menang besar atas Singapura.

Namun, perubahan tambahan waktu dalam pertandingan sepak bola tidak otomatis berarti adanya keputusan yang menguntungkan salah satu tim. Dalam laga Indonesia melawan Bangladesh, pertandingan memang sempat mengalami penghentian karena wasit melakukan pemeriksaan VAR terkait insiden yang melibatkan Elkan Baggott.

Selain itu, terdapat pula perselisihan kecil antarpemain menjelang pertandingan berakhir. Situasi-situasi tersebut dapat menjadi bagian dari pertimbangan wasit dalam menentukan waktu tambahan yang diberikan.

Fakta pertandingan juga menunjukkan bahwa Indonesia memang membutuhkan kemenangan dengan selisih gol besar untuk bersaing dengan Malaysia. Kedua tim mengawali laga terakhir Grup A dengan jumlah poin yang sama, sehingga selisih dan jumlah gol menjadi sangat penting dalam menentukan siapa yang berhak melaju ke final.

Malaysia bahkan tampil sangat agresif ketika menghadapi Singapura. Bergson Da Silva mencetak hat-trick, sementara Stuart Wilkin, Paulo Josue, dan Muhamad Syahir Bashah masing-masing menambah satu gol. Skor akhir 6-0 membuat Malaysia sempat memiliki harapan besar untuk mengamankan tiket final.

Namun pertandingan Indonesia berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan. Ketika Malaysia sudah menyelesaikan pertandingan, mereka hanya bisa menunggu hasil akhir dari laga di Jakarta.

Dan momen penentuan akhirnya terjadi pada penghujung pertandingan Indonesia. Setelah Bangladesh mencetak gol balasan pada masa tambahan, Indonesia kembali mencetak gol melalui Kevin Diks dan Mitchell Baker. Gol Baker pada menit ke-97 menjadi salah satu momen yang memastikan Indonesia tetap berada di atas Malaysia dalam persaingan Grup A.

Secara resmi, Indonesia dan Malaysia sama-sama mengakhiri Grup A dengan tujuh poin dan selisih gol yang sama. Namun Indonesia unggul dalam jumlah gol yang dicetak sehingga berhak menempati posisi teratas dan melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Dengan demikian, kegagalan Malaysia bukan hanya ditentukan oleh hasil pertandingan mereka sendiri. Besarnya kemenangan 6-0 atas Singapura ternyata masih belum cukup setelah Indonesia mencetak sembilan gol ke gawang Bangladesh.

Situasi inilah yang membuat akhir Grup A terasa begitu dramatis. Malaysia sudah mencetak enam gol dan sempat berada dalam posisi yang sangat baik, tetapi dua gol Indonesia di penghujung pertandingan mengubah keadaan.

Kini Indonesia berhak tampil di final FIFA ASEAN Cup 2026, sementara Malaysia harus menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga. Drama tersebut sekaligus menunjukkan betapa pentingnya setiap gol dalam kompetisi yang menggunakan selisih dan jumlah gol sebagai bagian dari penentuan posisi.

Perdebatan mengenai tambahan waktu pun masih menjadi pembicaraan setelah pertandingan. Namun berdasarkan jalannya laga, terdapat sejumlah penghentian permainan dan pemeriksaan VAR yang menjadi konteks perubahan waktu tambahan dari dua menjadi tujuh menit.

Pada akhirnya, keputusan di lapangan membawa pertandingan Indonesia tetap berlangsung hingga masa tambahan dan dua gol terakhir Garuda menjadi penentu perjalanan mereka menuju final.**

 

 

 

Sumber : Suara.com