LensaKita.co.id — Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Polis Johor memperkuat kerja sama pengamanan wilayah perbatasan, khususnya pemberantasan kejahatan lintas negara di kawasan Selat Malaka.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan antara Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., dan Ketua Polis Johor CP Dato’ AB Rahaman Bin Arsad beserta delegasi Polis Johor dan Malaysia Police Liaison Officer (MPLO) di Mapolda Kepri, Selasa (23/6).
Kapolda Kepri menyebut wilayah Kepri yang strategis kerap dimanfaatkan jaringan kejahatan transnasional. Polda Kepri bahkan telah mengungkap dua kasus penyelundupan sabu dengan total barang bukti mencapai dua ton.

Selain itu, Kepri juga sering menjadi jalur transit TPPO, dengan modus korban diberangkatkan ke Kamboja melalui Malaysia menggunakan paspor wisata dan dijanjikan pekerjaan bergaji tinggi sebelum akhirnya dieksploitasi ke negara asalnya.
Sementara itu, Ketua Polis Johor menegaskan kesiapan pihaknya untuk memperkuat koordinasi dengan Polda Kepri, termasuk membentuk tim khusus guna menangani berbagai kerawanan di wilayah perbatasan.
Selanjutnya,“Kami juga menemukan banyak warga negara Indonesia yang menjadi agen perantara jaringan perdagangan manusia.
Lebih lanjut, Dalam sambutanya mengatakan bahwa modusnya beragam, mulai menggunakan paspor untuk bekerja di jaringan scam perjudian, masuk tanpa dokumen sebagai pekerja kebun, hingga menyalahgunakan visa wisata untuk melakukan tindak kejahatan,” ujar Ketua Polis Johor CP Dato’ AB Rahaman Bin Arsad.**
Editor : Redaksi
