Kepala Dinas Pendidikan Kampar Harus Tegas, Biaya Baju Anak Sekolah Mengorok Leher Masyarakat

oleh -633 Dilihat
oleh

LensaKita.co.id —  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar, meski tegas jangan timbang pilih terhadap sekolah -sekolah yang masih terlibat dalam praktek jual beli seragam dan buku LKS.

Bahkan harganya tidak masuk logika, terkesan orang tua yang berharap mendapatkan pendidikan lebih baik di suatu sekolah malah menjadi korban oknum-oknum komite yang bermain mata dengan oknum kepala sekolah untuk mendapatkan keuntungan Pribadi.

Bahkan, para orangtuanya harus mengeluarkan kocek berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Hal ini terjadi di pendidikan SD, SMP hingga SMAN di Kecamatan Tambang kabupaten Kampar Propinsi Riau.

” Kami terpaksa membayar, untuk baju Rp 1,7 juta. Karena takut anak kami tidak bisa sekolah sesuai harapan, terpaksa kami penuhi,yang heran kami di SD negeri 021 yang belum buka pendaftaran sekolah ,pihak sekolah sudah menerima murid ajaran baru itu pun bukan kartu keluarga desa Tarai bangun” kata salah seorangnya tua siswa kepada media, Selasa pagi tadi.

Terkait dengan hal ini, Bupati Kampar Ahmad Yuzar.S.Sos., M.T menegaskan akan memfollow Up atau akan menindaklanjuti apa yang menjadi temuan media dilapangan ” Terima kasih infonya, kita akan Follow Up,” tegas Ahmad Yuzar, Selasa Sore.

Terkait dengan hal ini, Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar, AIDIL, SH, M.Si juga menegaskan setiap sekolah tidak main-main dengan himbauan yang telah beliau layangkan belum lama ini Tahun 2025.

” Sudah kita tegaskan dalam surat larangan 2025, jika masih nekat akan ada konsekuensi nya’” ucap Aidil Selasa sore ini.*

Namun kami media meminta Kadisdik jangan hanya menindak dengan berikan surat edaran saja,tapi coba cek ke sekolah sekolah apakah udah berjalan sesuai yang di sampaikan.jangan hanya duduk atau menonton saja dari kantor dinasnya,Ungkap ketua AWDI ( Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia) Propinsi Riau.**

 

 

Editor : Eman Melayu

Sumber : Berkabarnusa.com