Seribu Lebih Penumpang KM Labobar di Tipu Oleh Oknum Pegawai Pelindo Bitung

oleh -1696 Dilihat
oleh

SULUT, ( LensaKita ) — Sebanyak 1094 penumpang Kapal KM Labobar gagal berangkat pada hari Sabtu (13/1/2024) dari Pelabuhan Pelni Kota Bitung, Kegagalan tersebut diduga adanya permainan dari oknum Pelindo yang melakukan penipuan pada para penumpang.

Oknum tersebut menipu para calon penumpang dengan modus mendata calon penumpang dengan menggunakan KTP tanpa memberikan tiket.Akibat perbuatan oknum ini lebih dari seribu penumpang gagal berangkat kedaearah pulau Papua dan sekitarnya.

Kegagalan untuk bisa berangkat tersebut membuat para calon penumpang KM Labobar meluapkan kemarahannya di Pelabuahan Pelni Kota Bitung.Mereka menuntut pertanggungjawaban dari oknum pegawai Pelindo berinsial W  dan juga pengelola.

Sebab akibat ulah nakal tersebut ribuan penumpang ini harus menunda keberangkatannya,padahal tidak semua memiliki bekal yang lebih akibat penundaan keberangkatan tersebut.

Dari informasi yang awak media peroleh dilapangan bahwa awalnya ketika hendak berangkat,para calon penumpang ini mendatangi pelabuhan Bitung untuk memperoleh tiket.Jadi saat itu mereka tidak memiliki tiket resmi.Mereka lalu melapor pada oknum pegawai Pelindo Bitung berinsial W.Oknum pegawai tersebut menyuruh para calon penumpang untuk mendaftar dengan menggunakan KTP.

Selain KTP para calon penumpang juga diharuskan membayar sejumlah uang.Parahnya uang yang harus dibayarkan 2 kali lipat dari harga normal.Oleh karena sangat ingin berangkat,maka calon penumpang memenuhi semua syarat tersebut.

Michael salah satu  penumpang yang membeli tiket melalui jalur calo yang gagal berangkat menyampaikan uneg unegnya pada awak media.Bahwa dirinya akan berangkat tujuan Sorong.Karena tidak dapat tiket jadi oknum pegawai W mendata kami melalui KTP.

Selain itu Oknum tersebut meminta jumlah uang sebanyak 2 kali lipat dari harga yang biasa.Karena memang harus berangkat maka dirinya pun  memenuhi permitaan tersebut.Tak masalah harga  yang mahal asal saya bisa naik kapal.Tapi kenyataan malah terlantar disini dipelabuhan Bitung.

“Saya mau berangkat tujuan Sorong, karena tidak bisa naik ke atas kapal alasan tidak mempunyai tiket, padahal saya sudah bayar 600 ribu, sedangkan tiket normalnya hanya 439.500. Sehingga saya menuntut untuk kembalikan uang saya, ” kata Michael.

Hal yang sama juga dikeluhkan orang beberapa penumpang yang gagal berangkat karena barang – barangnya terbawa Kapal.

“Kami sudah membayar tiket melebihi harga normal melalui oknum calo dengan harga 850 tujuan pelabuhan Nabire, cuma kami sesalkan, kami tidak bisa naik keatas kapal, sedangkan barang – barang kami sudah dibawa buruh bagasi ke atas kapal dan kapal sudah diberangkatkan, ” keluhnya.

Terpisah Ketua DPD LSM Garda Timur  Indonesia Kota Bitung Gafur Bawoel mengecam keras aksi oknum Pegawai Pelindo yang melakukan penjualan tiket yang tidak sesuai prosedur.

“Seharusnya untuk pelayanan tiket harus dari Pelni, kenapa ada Pegawai Pelindo yang ikut terlibat dalam penjualan tiket, itu bukan kewenangannya, ” kata Gafur.

Menurutnya penjualan tiket yang diduga tidak sesuai  prosedur ini sudah memasuki ranah hukum, karena penjualan tiket sudah tidak sesuai harga yang ditentukan oleh pihak Pelni.

“Sangat jelas ini sudah memasuki ranah  hukum, karena sudah ada Pungutan Liar (Pungli) dengan menjual harga tiket lebih tinggi dan juga penipuan sebab mereka meskipun sudah bayar tapi tidak bisa berangkat. Saya minta Aparat Penegak Hukum untuk melakukan pemeriksaan kepada oknum-oknum yang terlibat dalam penjualan tiket yang tidak sesuai  prosedur, dan proses hukum, jika perlu pimpinan Pelindo copot oknum yang terlibat.

“Jika tidak ada tindakan tegas maka bisa disimpulkan bahwa apa yang terjadi diduga telah mendapat restu dari pihak Pelni dan Pelindo,pungkasnya.**

 

Penulis : Sufaldi Tampilan

Editor : Amrizal