LensaKita.co.id —- Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti kedatangan jenazah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar di rumah duka yang berlokasi di kawasan Cikendal, Cipageran, Kota Cimahi, bandung pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 21.20 WIB.
Tangis keluarga pecah saat iring-iringan jenazah tiba, disambut oleh kerabat, rekan, serta warga yang sejak sore telah menunggu dengan penuh kesedihan.
Kehadiran almarhum di rumah duka menjadi momen penuh haru setelah penantian panjang keluarga sejak kabar gugurnya beliau diterima beberapa hari sebelumnya.
Rasa kehilangan begitu terasa, namun diiringi kebanggaan atas pengabdian almarhum sebagai prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan tugas negara.
Kakak sepupu almarhum, Risman Efendi, mengungkapkan rasa syukur atas tibanya jenazah di tanah air dan di tengah keluarga tercinta.
Ia menyampaikan bahwa proses pemulangan jenazah dari Lebanon hingga ke Kota Cimahi berjalan dengan lancar berkat bantuan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, setelah penantian dari Senin hingga Sabtu, akhirnya almarhum telah tiba di rumah duka. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah dari Lebanon hingga ke Cimahi,” ujarnya.
Risman juga menambahkan bahwa keluarga membuka kesempatan bagi masyarakat luas yang ingin memberikan penghormatan terakhir dengan melayat dan mendoakan almarhum sebelum dimakamkan.
Sejumlah pelayat tampak terus berdatangan sebagai bentuk empati dan penghargaan atas jasa almarhum.
Di sisi lain, Komandan Batalyon 22 Grup 2 Kopassus, Letkol Inf Hery Ismoyo, turut memberikan penghormatan dan mengenang sosok almarhum sebagai prajurit yang memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi. Ia menilai almarhum sebagai figur yang disiplin, bertanggung jawab, serta selalu menuntaskan setiap tugas dengan baik.
“Saya merasa bangga pernah bertugas bersama beliau. Meskipun beliau junior saya, namun saya sangat menghormatinya. Setiap tugas yang diberikan selalu dilaksanakan dengan tuntas, penuh tanggung jawab, dan selalu mengedepankan nilai-nilai keimanan dalam setiap langkahnya,” ungkapnya.
Kepergian Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI dan masyarakat luas. Pengorbanan dan dedikasinya menjadi inspirasi serta teladan bagi generasi prajurit selanjutnya.
Sesuai rencana, jenazah almarhum akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, pada Minggu (5/4/2026). Upacara pemakaman militer tersebut akan menjadi bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Doa dan harapan pun mengiringi kepergian beliau, semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi duka ini.**
Penulis : Denny
